BEIJING - China telah memutuskan mengambil langkah lebih lanjut, untuk mengakhiri ketergantungannya pada satelit Amerika Serikat (AS). Langkah ini untuk menyediakan navigasi dan global positioning system (GPS) dengan memulai operasi uji coba sistemnya, yang diberi nama Beidou.
Negeri Tirai Bambu tersebut memang mulai terlihat mengakhiri ketergantungannya terhadap global positioning system (GPS) AS sejak 2000. Ketika itu, China mengirimkan sepasang satelit eksperimental ke orbit.
Dilansir Telegraph, Jumat (30/12/2011), Ran Chengqi, juru bicara untuk sistem baru tersebut mengatakan, Beidou atau 'Big Dipper' akan menjangkau sebagian besar Asia Pasifik di tahun depan, dan berlanjut menjangkau dunia pada 2020.
Media resmi China mengatakan, pada akhirnya nanti sistem itu didukung 35 satelit, yang akan digunakan untuk berbagai sektor, termasuk perikanan, meteorologi dan telekomunikasi. Sejauh ini untuk memaksimalkan langkahnya, China telah meluncurkan 10 satelit pendukung Beidou dan berencana menambah enam satelit lagi tahun depan.
Seperti diketahui, China memang memiliki rencana ambisius mengenai ruang angkasa. Rencana ambisius itu antara lain berupa stasiun ruang angkasa dan perjalanan pesawat berawak ke bulan. (tyo)