CALIFORNIA - Yahoo baru saja memilih Scott Thompson sebagai CEO barunya, menggantikan Carol Bartz yang digulingkan pada September lalu. Thompson diharapkan membawa keahliannya ke perusahaan internet yang sedang berjuang itu dalam teknologi dan pengoperasian.
Dikutip dari News Yahoo, Kamis (5/1/20120), Thompson, yang merupakan kepala bisnis pembayaran online PayPal ini, ditunjuk sebagai CEO Yahoo dan akan mulai bekerja secara efektif pada Senin mendatang.
Berfokus pada teknologi dan pengoperasian daripada pemasaran atau media, Gil B. Luria, analis Wedbush, menilai Thompson merupakan 'orang yang membantu membangun waktu dibandingkan untuk memberitahu waktu itu sendiri'. Menurutnya, Thompson dengan usahanya telah mengubah PayPal menjadi sebuah perusahaan pembayaran besar dan tumbuh dengan cepat serta bisa diprediksi.
Yahoo sepertinya akan membutuhkan pertumbuhan yang serupa, untuk kembali muncul. Saat ini, perusahaan internet tersebut seperti telah kehilangan pijakannya dari Google dan Facebook dalam segi iklan internet sebagai pasar yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi harga saham Yahoo sudah lebih dari tiga tahun, tidak pernah diperdagangkan di atas USD20 dibandingkan dengan Google pada saat yang sama sahamnya naik 49 persen.
Pria 54 tahun ini, akan mencoba untuk menjadi pionir di internet, dimana orang lain telah gagal melakukannya. Dia percaya bahwa 'akarnya' yang tumbuh besar di South Shore, Boston akan membantunya siap untuk menghadapi tantangan di depan nanti. "Pola pikir Boston itu menarik," ujarnya bangga, dalam sebuah wawancara pada Rabu.
Kehadiran Thompson di Yahoo rupanya sangat menarik bagi sejumlah pihak, bahkan analis Baird Equity Research, Colin Sebastian mengatakan, "Jika Thompson berhasil di Yahoo, ia akan menjadi pahlawan di Silicon Valley, tapi kalau gagal maka hanya akan menjadi seperti eksekutif lain yang tidak berhasil."
Sebelum menjadi Presiden PayPal pada 2008, Thompson merupakan Chieff Technology Officer. Dia bergabung dengan PayPal setelah sebelumnya bekerja untuk Visa, yang memiliki tanggunga jawab mengembangkan dan menjaga sistem pembayaran global perusahaan.
Saat di PayPal, Thompson dinilai memiliki kualaitas kerja yang baik, hal itu disampaikan oleh Collin Gillis, analis BGC Partner. Walau diakui memiliki keahlian yang tidak diragukan lagi di PayPal, hal tersebut rupanya tidak berlaku untuk Yahoo. Menuruttnya, Thompson tidak memiliki media atau kemampuan restrukturisasi yang diharapkan ada pada seorang pemimpin Yahoo.
Maka untuk melihat bagaimana kemajuan Yahoo setelah dipimpin Thompson, sebaiknya harus menunggu beberapa waktu lagi. "Kita lihat saja nanti, dia pasti memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya sendiri," tandas Gilis. (tyo)