Getting Time...

Telkom 'Keukeh' Pengadaan Modem Tidak Bermasalah

Nurul Arifin - Okezone
Senin, 9 Januari 2012 15:16 wib
detail berita

SURABAYA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tetap bersikukuh proyek pengadaan modem di Surabaya tidak ada masalah. Bahkan, proyek tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication and Affair PT Telkom menegaskan,Telkom mendapatkan pekerjaan ini melalui tender sehingga sudah melalui proses governance dan compliance atas dasar peraturan-peraturan yang berlaku.   

"Proyek tersebut merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sangat positif untuk meningkatkan layanan publik melalui ICT di lingkungan Pemkot tersebut," kata Eddy dalam keterangan persnya yang diterima okezone, Senin (9/1/2012).

Ia menjelaskan, proyek tersebut adalan Instalasi Koneksi Internet tinglat RT dan RW se-kota Surabaya bukan Pengadaan Modem. Masa kontrak pekerjaan ini selama 6 Bulan mulai 19 Juli hingga 31 Desember 2011. Sedangkan biaya sebesar Rp110.000 per titik per-bulan dengan nilai. kontrak instalasi sebesar Rp 6,9 miliar.

"Masa pemasangan satu bulan yang berakhir pada 19 Agustus 2011 untuk 10.888 node," kata Eddy.

Eddy juga mengakui tidak tercapainya target pelaksanaan instalansi karena adanya berbagai kendala di lapangan, yakni kesiapan RT dan RW untuk memanfaatkan Jaringan internet  maka waktu yang disepakati sebelumnya, yaitu selama satu bulan dinilai tidak mencukupi. Pemkot Surabaya kemudian menyetujui perpanjangan waktu satu bulan sehingga batas waktu penyelesaian instalasi menjadi  19 September 2011.

"Hingga batas waktu 19 September 2011 tersebut, Internet yang berhasil diinstalasi sebanyak 6.009 titik," sebutnya.

Ia juga membeberkan beberapa kendala dalam pelaksanaan proyek ini. Secara umum, lanjutnya, beberapa kendala adalah sudah menggunakan Speedy sebanyak 5 persen. Kemudian, tidak bersedia dipasang Internet sebanyak 38 persen, rumah kosong sebanyak 20 persen, Belum memiliki komputer sebanyak 12 persen, Dialihkan ke pihak lain sebanyak  12 persen dan kendala lain-lain sebanyak 13 persen. (tyo)

Beri komentar