JAKARTA - Tahun ini operator seluler akan berupaya menghadirkan berbagai layanan nilai tambah (misalnya layanan konten), sebagai kompensasi datarnya pertumbuhan layanan voice dan sms. Diperkirakan, yang akan terjadi adalah 2012 menjadi tahunnya layanan data.
"Tahun ini layanan data akan diperkirakan akan tumbuh 100 persen. Saat ini 65 persen pengguna layanan data merupakan orang-orang di usia produktif, dari angak tersebut 54 persennya adalah pemuda berusia di bawah 24 tahun," terang Sarwoto Atmosutarno, ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), di Ballroom Ritz Carlton, Jumat (13/1/2012).
Namun, menurut Sarwoto konsumen pada 2012 saat ini masih didominasi oleh jaringan 2G/GPRS. Jumlah ini diharapkan akan semakin berkurang, karena memiliki pengaruh pada perkembangan infrastruktur telekomunikasi.
"Komposisi pelanggan didominasi pelanggan dengan terminal 2G GPRS. Pada 2012 ini, jumlah pelanggan 2G GPRS sejumlah 71,43 persen. Sedangkan 3G ada 28,47 persen," terang Sarwoto.
"Untuk tahun 2016 diperkirakan akan berkembang menjadi 2G sebesar 33,69 persen, 3G menjadi 61,37 persen. Sedangkan untuk jaringan LTE, diprediksi akan menjadi 4,94 persen," tambahnya.
Dalam rangka menghadapi prediksi tersebut, Sarwoto mengungkapkan ATSI akan mendukung ketersediaan smartphone murah dan menambahkan jumlah BTS. Akhir tahun lalu, BTS untuk 2G dan 3G, totalnya terdapat lebih dari 97000 BTS. Di antaranya, sekira lebih dari 22.000 BTS merupakan BTS 3G.
"ATSI mendorong ketersediaan handset berbasis 3G dengan harga terjangkau. Katakanlah harganya sekitar USD60. Tahun ini BTS akan bertambah kurang lebih 15.000 BTS. Mudah-mudahan benar bahwa operator akan fokus pada infrastruktur layanan data," jelasnya.
(tyo)