BEIJING - Apple tampaknya tak tinggal diam, Setelah 'diserang' dalam sebuah laporan di surat mengenai masalah pekerja di pabrik iPhone dan iPad-nya di China yakni Foxconn.
Dilansir Telegraph, Senin (30/1/2012), dalam sebuah email yang dikabarkan dikirim ke 60 ribu karyawannya, CEO Apple, Tim Cook menyatakan bahwa Apple peduli terhadap setiap pekerja dalam peduli dengan setiap pekerja dalam rantai pasokan kami di seluruh dunia. Setiap kecelakaan yang menggangu dan masalah kondisi kerja menimbulkan kekhawatiran," ujar Cook.
Selain itu bos Apple ini juga membantah mengenai dugaan yang menyebut perusahaannya tidak perduli terhadap masalah tersebut. "Setiap dugaan bahwa kami tidak peduli adalah salah dan itu menyerang kami," tambahnya.
Tampaknya email untuk menanggapi serangkaian artikel yang dimuat di New York Times, mengenai masalah perusahaan di China dan bagaimana Apple menangani masalah tersebut. Dalam surat kabar juga diungkapkan bahwa lebih dari setengah pemasok yang diaudit oleh Apple, telah melanggar setidaknya satu bagian dari kode etik tiap tahunnya sejak 2007.
Tidak hanya melanggar kode etik, bahkan dalam beberapa kasus juga dianggap melanggar hukum. "Kebanyakan orang masih akan tergangguna, jika mereka melihat dari mana iPhone mereka berasal," ujar mantan eksekutif Apple pada News York Times.
Dalam email tersebut, Cook juga berjanji bahwa Apple akan terus mendalami masalah yang terjadi di China. "Apa yang tidak akan dilakukan dan tidak akan pernah adalah diam saja atau menutup mata untuk masalah dalam rantai pasokan kami," ujar Cook.
Apple memang telah memantau pabrik-pabrik di China sejak 2007. Namun seperti penjualan gadgetnya yang melonjak, hal ini juga memberikan tekanan kuat pada
pemasok perusahaan untuk meningkatkan produksi dan serentetan masalah lainnnya diantaranya yakni adanya kasus bunuh diri. (tyo)