CALIFORNIA - Maraknya email berbahaya atau phishing yang beredar di internet, membuat 15 perusahaan, termasuk Google, Facebook, Microsoft, Yahoo dan PayPal bergabung untuk mengatasi hal tersebut. Penipuan email phishing biasanya mengecoh orang untuk memberikan password atau rincian pribadi.
15 perusahaan akan bekerjasama dalam suatu standar yang dapat digunakan di internet untuk memblokir email phishing. Perusahaan-perusahaan tersebut telah membentuk sebuah organisasi untuk merancang suatu sistem, yakni DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting and Conformance) untuk membuktikan email dari pengirim yang asli dan menyingkirkan yang palsu.
Sejauh ini, diungkapkan Anti-Phishing Working Group (APWG), lebih dari 300 merek telah dibajak oleh pelaku phishing tiap bulannya.
DMARC dibangun berdasarkan teknik yang sudah ada dalam memerangi spam, seperti Sender Policy Framework (SPF).
Maka sistem ini akan meminta pengirim email dan perusahaan yang menyediakan layanan email, untuk berbagi informasi rentang pesan-pesan email yang mereka kirim dan terima.
Selain membuktikan email yang sah menggunakan sistem yang ada, perusahaan dapat menerima peringatan dari penyedia email setiap kali nama domain mereka digunakan dalam pesan palsu. Jika itu terjadi, maka mereka bisa meminta layanan email untuk memindahkan pesan tersebut ke folder spam, atau langsung memblokirnya.
“Dengan DMARC, pengirim email yang besar dapat memastikan bahwa email yang mereka kirim itu diakui oleh penyedia email, seperti Gmail ,’ ujar Adam Dawes, seorang manajer produk di Google, seperti dilansir Guardian, Selasa (31/1/2012).
Pendiri kelompok ini terdiri dari penyedia layanan email, layanan keuangan, layanan online dan perusahaan keamanan, diantaranya Microsoft, Yahoo, PayPal, Facebook, LinkedIn dan Agari.
(tyo)