Tweet Galau Cenderung Tidak Disukai

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 16:44 wib
detail berita
ilustrasi (foto : Google)

CALIFORNIA - Twitter seringkali dikatakan memiliki pengaruh besar pada peristiwa-peristiwa dunia, mulai dari bencana alam sampai revolusi.Tapi, sekelompok peneliti menemukan sisi lain bahwa sebagian besar tweet yang diposting user cenderung tidak berguna.

Para peneliti dari Carnegie Mellon University, Massachusetts Institute of Technology dan Georgia Institute of Technology menemukan bahwa meskipun pengguna Twitter mengikuti siapappun yang mereka ikuti di layanan microblogging tersebut, mereka mengatakan hanya sekira sepertiga dari tweet saja yang layak baca dan seperempatnya lagi tidak layak dibaca.

Para peneliti memfokuskan waktunya untuk mengamati persoalan itu sebagai jalan menemukan cara yang lebih baik untuk menampilkan dan menyaring konten-konten berguna. Seperti dilansir Macworld, Kamis (2/2/2012), mereka melakukan penelitian tersebut dengan cara menyiapkan sebuah situs bernama "Who Gives a Tweet," yang dalam rentang lebih dari 19 hari, antara 2010 dan 2011 lalu, terdapat 1.443 pengunjung yang menilai sekira 44.000 tweet dari 21.000 pengguna.

Di antara tweet yang paling tidak disukai adalah yang berisi suasana hati pengguna, aktivitasnya, maupun yang merupakan bagian dari percakapan antar sesamanya.Sedangkan tweet yang menyertakan pertanyaan pada para followers-nya, berisi informasi, berisi link menuju konten lain, cenderung memperoleh predikat disukai.

"Jika kita memahami apa yang berguna untuk kita baca dan alasannya, mungkin saja kita bisa merancang alat untuk presentasi dan filter konten yang lebih baik, seiring dengan membantu orang memahami harapan para pengguna lain," terang Paul Andre, penulis utama penelitian tersebut yang berasal dari Human-Computer Interaction Institute, Carnegie Mellon University.

Penelitian tersebut akan dipublikasikan Andre bersama rekan-rekannya, pada 13 Februari yang akan datang, di Association for Computing Machinery's Conference on Computer Supported Cooperative Work, Seattle. (tyo)

Beri komentar