CALIFORNIA - Beberapa waktu lalu situs berbagi file, Megaupload telah ditutup karena dugaan pelanggaran hak cipta. Lalu bagaimanakah nasib data pengguna dari Megaupload tersebut?
Pengguna Megaupload yang ‘disingkirkan’ dari data mereka ketika situs tersebut ditutup kemungkinan bisa mengambilnya kembali dengan bantuan hukum dari yang mengadakan kampanye. Hal ini diungkapkan oleh Electronic Frontier Foundation (EFF), yang berkampanye mengenai masalah kebebasan online.
Disampikan EFF, pihaknya merasa terganggu mengenai data yang sah di website tersebut berada dalam resiko dengan tindakan aksi melawan film bajakan, musik dan acara televisi.
“EFF terganggu bahwa properti dari pengguna sah Megaupload diambil tanpa peringatan dan pemerintah tidak mengambil langkah untuk membantu mereka,” ujar Julie Samuels, seorang pengacara dari grup tersebut, seperti dilansir Telegraph, Jumat (3/1/2012).
EFF mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Carpathia Hosting, salah satu kontraktor penyimpanan Megaupload, untuk membantu pengguna mengambil foto-foto yang sah, video serta file lainnya. Pekan lalu dikhawatirkan, bahwa kontraktor penyimpanan Megaupload bisa menghancurkan data tanpa pemberitahuan, tapi Carpathia Hosting mengatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan hal itu dan akan memberikan waktu, setidaknya tujuh hari pemberitahuan jika situasi berubah.
Selain itu, EFF juga telah membuat sebuah situs web, Megaretrieval.com, yang mengundang pengguna Megaupload Amerika untuk berkomunikasi mengenai bantuan hukum.
Seperti diketahui, Megaupload ditutup oleh perintah pengadilan pada Januari lalu dan menangkap beberapa orang, diantaranya merupakan sang pendiri yakni Kim Dotcom di Selandia Baru, atas tuduhan pelanggaran hak cipta, selain pelanggaran lainnya.
(tyo)