JAKARTA - Satu lagi perusahaan layanan cloud muncul di Indonesia. Perusahaan bernama Morphlabs tersebut menggandeng perusahaan lokal PT Pratesis untuk rencana ekspansinya di Indonesia.
Menurut lembaga riset Frost & Sullivan, cloud akan jadi teknologi mainstream yang digunakan oleh 30 persen perusahaan di Asia Pasifik termasuk Indonesia. Ini menjadi prospek yang menarikik bagi penyedia layanan cloud computing. Salah satunya adalah Morphlabs Inc yang akan resmi diluncurkan pada 22 Februari nanti, dan membawa solusi mCloud Data Center Unit (DCU).
"Kami menarget pasar yang punya potensi, seperti Asean, Filipina dan Indonesia adalah yang paling kuat, di mana bisnis telah booming dan dibandingkan filipina, Indonesia memiliki kesadaran teknologi lebih tinggi. Tapi tentu saja yang paling tinggi masih Singapura," terang Jerome S. Gotangco, Senior Sales Manager SEA Morphlabs, saat ditemui di Pisa Cafe, Jumat (3/1/2012).
"Kami juga melihat banyak potensi di sektor finansial dan berharap memperoleh partner lokal dalam sektor tersebut. Selain itu, kami juga melihat ke arah sektor manufaktur. Dalam pandangan kami, sisi manufaktur ini mulai naik lewat berkembangnya start up teknologi," tambahnya.
Jerome juga mengatakan, Morphlabs di Indonesia akan menarget perusahaan-perusahaan bernilai tinggi yang juga menghargai teknologi. Karena saat ini banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi baru hanya karena ikut-ikutan tren saja. Dia menerangkan, akan merasa sangat bahagia bila berhasil memperoleh pelanggan dari lima perusahaan terbesar di Indonesia.
Sampai saat ini, Morphlabs mengungkap belum menemukan adanya kendala, baik dari persoalan hardware, power maupun bandwidth. Tapi, menurut Jerome, "Mungkin kami masih akan sulit menyesuaikan permintaan dengan persiapan perlengkapan yagn kami punya. Seperti juga yang kami alami ketika pertama kali membuka di tempat lain."
Saat ini, Morphlabs talah hadir di Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang. Di AS, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Telex. Di Jepang, perusahaan tersebut memberikan layanan cloud untuk Broadband Tower Japan, kemudian di Filipina, mereka menyediakan layanan cloud untuk Global Telecom. (tyo)