JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membantah kabar mengenai rencana akan melakukan sensor dan memblokir akun Twitter anonim atau akun yang menggunakan nama samaran. Sebab Menkominfo Tifatul Sembiring, justru ingin mengetahui lebih lanjut, seperti apa sensor yang diinginkan oleh pihak Twitter.
"Sebenarnya kita ingin tahu apa yang diinginkan pihak Twitter tersebut (sensor tweet). Jadi Pemerintah tidak ada rencana memblokir atau menyensor," ujar Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, saat dihubungi okezone, Selasa (7/2/2012).
Menurutnya, penggunaan sosial media juga memiliki etika, dan sudah diatur dalam Undang-undang ITE. Sehingga disampaikan Gatot, jangan sampai menggunakan Twitter untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain, seperti menghina orang lain.
Walau mengakui tidak akan menyensor tweet, tapi dikatakan Gatot, seandainya akan melakukan sensor maka pemerintah akan melakukannya dengan terbuka. "Pemerintah akan sensor dengan terbuka, tidak akan ada silent operation, tapi sensor tersebut hanya untuk kasus yang sangat khusus," jelas Gatot.
Dijelaskan oleh Gatot, sensor terhadap kasus yang sangat khusus ini yaitu kasus yang menjadi keprihatinan bersama atau semua pihak setuju bahwa hal itu (tweet) memang harus disensor.
Sebelumnya Tifatul dikabarkan akan memantau akun Twitter anonim demi menghindari tweet yang tidak bertanggung jawab jika pengguna tersebut melanggar dan melakukan tindakan penghasutan dan lain sebagainya. Sehingga dapat diblokir atau ditutup oleh pengelola Twitter langsung. (tyo)