BEIJING - Pemberitaan mengenai nasib pekerja di Foxconn memang makin santer terdengar. Sebuah laporan terbaru dari CNN, kembali membuka fakta seputar nasib pekerja Foxconn, sebagai salah satu mitra manufaktur produk Apple, seperti iPad.
Menurut laporan CNN, seorang wanita yang bekerja 60 jam per pekan pada perakitan komponen iPad di China tersebut, bahkan belum pernah melihat iPad secara langsung. Wanita itu menggunakan nama 'Miss Chen' untuk melindungi identitasnya.
Meskipun dia telah bekerja di sebuah pabrik Foxconn, terbukti 'Chen' belum pernah melihat perangkat tersebut secara lengkap. Sampai akhirnya jaringan berita TV itu memperlihatkan iPad untuk pertamakalinya pada wanita tersebut.
"Wow, saya menginginkannya," ujar wanita berumur 18 tahun, yang berasal dari sebuah desa di luar Chongqing, Cina.
Menurut pengakuannya, dia memutuskan bekerja di Foxconn dan dijanjikan dengan bayaran besar, serta hanya sedikit lembur. Tapi begitu dia bekerja, kenyataannya justru dia dipaksa lembur dan mengetahui bahwa hanya karyawan senior yang menerima keuntungan dan cuti sakit.
Setelah mendengar pengakuan Chen, CNN segera meminta tanggapan Apple mengenai laporan tersebut. Apple pun tampak memberikan tanggapan mengenai laporan CNN.
"Kami perduli terhadap setiap pekerja dalam rantai pasokan di seluruh dunia. Kami menuntut bahwa pemasok kami memberikan kondisi kerja yang aman, memperlakukan martabat pekerja dengan hormat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di mana produk itu diproduksi. Suplier kami harus memenuhi persyaratan, jika mereka ingin terus bekerjasama dengan Apple," demikian penyataan yang disampaikan Apple, seperti dilansir Apple Insider, Selasa (7/2/2012).
Kisah dari CNN ini merupakan laporan terbaru, yang menyerang Apple dan hubungannya dengan Foxconn. Akhir bulan lalu, The New York Times, juga mempublikasikan cerita mengenai sepak terjang partner manufaktur Apple tersebut. (tyo)