KUALA LUMPUR - Perkembangan zaman digital terus melesat. Salah satu yang saat ini tengah digarap pada industri telekomunikasi adalah teknologi generasi keempat (4G).
President & Group Chief Executive Officer Axiata Group Dato Sri Jamaludin Ibrahim, menjelaskan pihaknya juga tengah mengembangkan teknologi tersebut. Saat ini tengah dilakukan penyesuaian teknologi 3G yang kemudian bisa di-upgrade menjadi 4G.
Namun dia mengakui, untuk bisa merealisasikan teknologi tersebut dalam jaringan Axiata, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. "Sekira dua hingga empat tahun lagi. Karena kami masih mempersiapkan spektrum 4G," ujar dia, menjawab pertanyaan okezone, saat konferensi press Axiata Cup di The Apartemen, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (8/2/2012).
Jika benar direalisasikan, pasar pertama yang akan bisa menikmati fasilitas ini adalah Malaysia, yang merupakan basis bisnis Axiata. Pengembangan teknologi 4G yang dikembangkan Axiata, akan menjadi cikal bakal perkembangan industri telekomunikasi XL di Indonesia. Sebab Axiata, yang merupakan induk usaha XL, memiliki pangsa dua pasar yang sangat potensial, yakni Malaysia serta Indonesia. "Indonesia adalah pasar Axiata yang paling besar," ujar Jamaludin.
Soal belanja modal (capital ekspanditure/capex), dia masih belum menyebutkan angkanya. "Kami masih terus memfinalisasikan dan menghitung perkembangannya," dia menjelaskan.
Sementara itu, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaemi, mengatakan untuk implentasi di Indonesia belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. "Kami masih menunggu izin frekuensi pemerintah, yang dilakukan secara lelang," ujarnya di kesempatan yang sama. (rhs)