AMSTERDAM - Ditengah persaingan smartphone dan tablet, Research In Motion (RIM) mengungkapkan kepercayaan dalam jangka panjang masa depan perusahaannya. Diungkapkan Chief Executive RIM yang baru, Thorsten Heins bahwa generasi terbaru dari perangkat lunak untuk smartphone BlackBerry siap untuk bersaing.
Heins menyampaikan hal tersebut pada lebih dari dua ribu developer teknis pada Selasa lalu. Perusahaan asal Kanada ini memang telah kehilangan pangsa pasar dan nilai pasar, setelah 'permainan' yang lebih luas oleh raksana teknologi seperti Apple, Google dan Samsung. Tapi sepertinya dengan produk yang akan dirilis dengan sistem operasi QNX yang baru akan memperbaiki citra RIM, setelah berbagai gejolak seperti gagalnya tablet PlayBook yang diluncurkan dan 'pemberontakan' di pemegang saham.
Optimisme itu pun tampak dari pernyataan Heins, "Pasar smartphone masih muda, dan ada peluang besar bagi kita, baik dengan konsumen atau pun bisnis, ujar Heins, seperti dilansir News Yahoo dari Reuters (9/2/2012).
Heins mengatakan pada konfrensi developer BlackBerry, bahwa RIM akan terus berinovasi dan sistem operasi baru yang berbasis QNX akan memulai teknologi berikutnya dengan peningkatan. Selain itu, RIM percaya bahwa teknologi baru yang digunakan dalam perangkat BlackBerry 10, akan menjadi standar bagi pola pikir pengguna baru untuk digunakan di rumah, mobil, tablet dan smartphone.
Selain itu, RIM juga berharap akan bersaing dengan iPad dan model Galaxy Tab, yang merupakan produk dari dua rivalnya, Apple dan Samsung.
"Hanya memerlukan beberapa waktu untuk BlackBerry melakukan transisi penuh ke sistem operasi baru berbasis QNX, tetapi setelah itu siap untuk memberikan pengalan menarik bagi konsumen," ujar Kevin Michaluk, pendiri CrackBerry.com yang sekaligus sebagai peserta konfrensi tersebut.
"iOS Apple berkembang dengan baik, tapi sebenarnya saat ini merupakan sistem operasi mobile tertua, bahkan lebih tua dari Android, WebOS, Windows Phone. Sementara itu, BlackBerry 10 akan menjadi platform mobile termuda," jelas Michaluk.
Sementara itu, RIM memang menunda peluncuran ponsel berbasis BlackBerry 10 sampai akhir tahun ini karena masih mengunggu ketersediaan chip bertenaga tinggi. heins pun tampak menegaskan kembali pada developer mengenai kehadiran ponsel terbaru tersebut akhir tahun ini pada developer, tanpa menyebutkan kepastian kapan menghampiri pasar. (tyo)