Getting Time...

Fokus Data, XL Axiata Anggarkan Capex Rp7-8 triliun

Rani Hardjanti - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 09:51 wib
detail berita
Ilustrasi XL (Foto: setyo/ okezone)

KUALA LUMPUR - XL Axiata pada tahun ini akan agresif mengembangkan fasilitas data, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur. Untuk memuluskan rencananya, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expanditure/capex) senilai USD7-8 triliun.

Menurut Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi, dana itu akan dipenuhi dari dana internal.  "Sekira 60 persen dari revenue, akan  digunakan untuk pengembangan data atau 3G network," jelas dia, saat pemaparan strategi 2012, di kantor Axiata, Kuala Lumpur, Rabu (8/2/2012) malam.

Berdasarkan trafik, pola kebutuhan data pelanggan meningkat signifikan menjadi 10,858 terabyte (TB)  pada 2011, dari tahun sebelumnya yang hanya 2,749 TB. 

Secara persentase, fasilitas data XL pada 2011, tumbuh signifikan yakni 61,1 persen (YoY).  Data juga memberikan kontribusi besar terhadap revenue, menjadi 22 persen dari 17 persen  dibanding tahun sebelumnya.

"XL sebenarnya mulai fokus pada pengembangan data sejak 2011. Tetapi pada tahun ini kami akan semakin agresif. Kami akan mengubah fokus yang awalnya kepada business model menjadi data service," ujar Hasnul. 

Menurut dia, penggunaan fasilitas data di Indonesia masih dalam fase yang rendah, seperti pada fasilitas pencarian data dan penggunaan jejaring sosial. "Namun ke depannya akan lebih banyak kepada suara dan gambar. Nah, kami tengah mempersiapkan potensi kebutuhan pelanggan tersebut," jelasnya.

Mengacu pada fokus tersebut, manajemen melakukan beberapa langkah terpadu, di antaranya merumuskan strategi pengembangan data, migrasi 2G menjadi 3G, dan terus menciptakan produk yang atraktif dan relevan bagi pelanggan.

Secara tidak langsung, langkah ini menjadi bagian dari perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Sebab, tren pertumbuhan kebutuhan fasilitas data, lanjut Hasnul, tidak lepas dari adanya pertumbuhan pendapatan per kapita yang terjadi di Indonesia. "Income per capita kita dari USD3.000, bertambah menjadi USD3.400. Ini mengalami pertumbuhan yang signifikan," tambah dia.

Peningkatan income ini membuat pola konsumsi pelanggan di Indonesia menjadi berubah. Jika sebelumnya hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer, kini sudah merambah kepada pemenuhan kebutuhan primer.

"Implementasinya, kalau dulu orang beli handphone hanya untuk telepon dan SMS, kini sudah bisa membeli yang ada akses internetnya, sudah bisa membeli smartphone yang bisa main game, tablet dan laptop, yang variasi kontennya juga terus berkembang," papar dia. (tyo)
(rhs)

Beri komentar