KUALA LUMPUR - Axiata Group saat ini tengah memikirkan untuk menggabungkan beberapa anak usaha operator telekomunikasi yang beroperasi di ASEAN dan Asia. Ini dilakukan sebagai upaya efisiensi.
Presiden & Group Chief Executive Officer Axiata Group Dato Sri Jamaludin Ibrahim menjelaskan, banyaknya operator di suatu kawasan membuat situasi persaingan menjadi jenuh.
"Kalau terlalu banyak, pendapatan juga semakin kecil," ujar Jamal kepada, di sela media gathering, di kantor Axiata Group, Kuala Lumpur, Rabu (8/2/2012) malam.
Jamal menjelaskan, pertimbangan merger itu dilatarbelakangi agar perusahaannya menjadi kekuatan yang besar. Adapun anak usaha yang dipertimbangkan untuk dimerger adalah Idea di India dan Robi di Bangladesh. "Di India itu ada 14 usaha telko. Jadi itu terlalu banyak," imbuh dia.
Sekadar diketahui, di India Axiata Group memiliki Idea, dengan porsi kepemilikannya yakni, 19,1 persen. Sementara penguasaan pasarnya sekira 105,2 ribu subscribers. Sementara di Bangladesh memiliki Robi dengan porsi kepemilikan 70 persen. Sementara penguasaan pasarnya sekira 22,1 ribu subscribers.
Tapi, Jamal mengakui, aksi korporasi ini masih sebatas rencana yang perlu pendalaman secara matang. "Tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Paling dua atau tiga tahun lagi," pungkas dia.
Axiata merupakan perhimpunan perusahaan operator telekomunikasi, yang berbasis di Malaysia. Anak usahanya tersebar di kawasan Asia, dengan pangsa terbesar di Malaysia dan Indonesia. Anak usahanya antara lain Dialog di Sri Lanka, Hello di Kamboja, Celcom di Malaysia, dan yang terbesar adalah XL Axiata di Indonesia. (tyo)