JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, yang juga Ketua Harian Panja Pencurian Pulsa curiga ada pihak-pihak tertentu yang menekan BRTI, terkait rilis BRTI tentang CP nakal yang disebar ke media kemudia ditarik kembali.
"mengumumumkan perusahaan dan operator ke media lalu menganulirnya, ini menimbulkan kecurigaan kalau mereka teledor. Kalau memang belum siap, apalagi itu menyangkut nama baik perusahaan. Saya curiga ada pihak-pihak yang menekan, sehingga mereka menarik rilis yang sudah disebarkan," kata Tantowi, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Tantowi sebelumnya juga menskors Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BRTI, karena kecewa dengan sikap lembaga tersebut yang tidak memberikan jawaban memuaskan saat Panja Pencurian Pulsa melemparkan pertanyaan.
Malah BRTI tidak memberikan jawaban yang kompak dan malah saling tuding terkait rilis sejumlah CP yang disebar ke media.
"Penjelasan BRTI terhadap pertanyaan siapa yang mengeluarkan rilis operator dan content provider (CP) bermasalah dan siapa yang menganulir berita tersebut tidak ada yang menjawab. Mereka malah saling tuding," ujarnya.
Politisi asal partai Golkar itu juga kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari BRTI soal sanki yang diberikan kepada CP yang diduga melanggar tersebut. (tyo)