NEW YORK - Para investor saat ini sedang mengawasi lekat-lekat jumlah gamer yang berlangganan World of Warcraft. Sebabnya, franchise tersebut adalah bisnis paling menguntungkan milik Activision Blizzard Inc yang menghasilkan pemasukan dari jutaan penggunanya.
Diwartakan Reuters, Jumat (10/2/2012), penjualan per kuartal Activision Blizzard berada jauh dari yang diharapkan Wall Street. Perusahaan video game tersebut mengakhiri kuartal ini dengan 10,2 juta gamer yang berlangganan World of Warcraft. Angka tersebut menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 10, 3 juta gamer.
Saat ini, industri tersebut sedang berjuang untuk keluar dari kemerosotan berkepanjangan. Menurut data yang dirilis NPD, sebuah perusahaan riset industri, penjualan video game mereka turun sekira 34 persen dalam periode setahun, pada Januari lalu.
Namun, Chief Executive Activision Blizzard Bobby Kotick berpendapat bahwa Wall Street bereaksi terlalu berlebihan para penurunnan ang terjadi. Menurutnya, update konten yang meluncur akhir November silam telah membuat gamer tetap setia pada World of Warcraft.
"Saat kami memperkenalkan patch konten tersebut, kami berpikir bahwa jumlahnya akan stabil dan itulah yang terjadi," kata Kotick.
pendapat berbeda muncul dari para analis yang meyakini bahwa Star Wars: The Old Republic besutan Electronic Arts (EA), yang telah meraih 1,7 juta gamer, saat ini sedang menggerogoti pengguna Warcraft.
"Jelas, itu akan berdampak pada Activision, dan mereka tidak menyedari hal itu. Sulit untuk mempercayai bahwa EA menemukan penggemar baru yang bukan berasal dari pemain Warcraft," terang Mike Hackey, analis dari Naional Alliance Capital Markets.
(tyo)