WASHINGTON - Perusahaan jaringan Cisco mengatakan bahwa mereka ingin dilakukan tinjau ulang terhadap pengambilalihan Microsoft atas Skype di pengadilan tinggi Uni Eropa.
Dilansir Associated Press, Jumat (17/2/2012), Microsoft menyelesaikan kesepakatan pengambilalihan tersebut pada Oktober lalu tak lama setelah European Commission, menyetujui pengambilalihan. Microsoft berharap bahwa Skype akan meningkatkan daya saignya dengan raksasa teknologi lain termasuk Apple atau Google.
Tapi untuk Cisco Systems, produsen terbesar di dunia untuk peralatan jaringan komputer, kesepakatan Skype menciptakan penantang serius untuk sistem konferensi videonya. Cisco khawatir setelah kesepakatan tersebut dicapai, Microsoft akan memblokir Skype dari pengguna layanan lain terutama jika sudah memberlakukan tarif terhadap teleconference.
"Cisco tidak menentang merger, namun kami yakin European Commission harus sudah menempatkan kondisi yang akan memastikan interoperabilitas berbasis standar yang lebih besar," tulis Marthin De Beer, kepala divisi konferensi vido Cisco, dalam sebuah posting blog.
Perlengkapan konferensi video merupakan bagian yang relatif kecil dari keseluruhan penjualan Cisco, tapi memiliki perkembangan yang pesat. Akuisis besar Cisco yang terbaru adalah Tandberg, pembuat peralatan konferensi video dari Norwegia, senilai USD3,4 miliar.
Microsoft mengatakan mereka yakin akan menang dalam banding tersebut.
"Komisi Eropa melakukan penyelidikan menyeluruh dari akuisisi, di mana Cisco turut berpartisipasi aktif, dan menyetujui kesepakatan dalam keputusan setebal 36 halaman, tanpa syarat apapun," kata Microsoft dalam sebuah pernyataan.
Microsoft mengandalkan Skype untuk membantu mengejar beberapa pasar potensial dalam teknologi dan media. Microsoft ingin mengembangkan beberapa wilayah, seperti sosialisasi online, ponsel genggam, dan video digital untuk mengurangi ketergantungan pendapatannya pada Windows dan perangkat lunak Office.
Sedangkan Cisco ingin General Court of the Europe Union untuk memeriksa apakah European Commissions sudah benar dalam meluluskan pengambilalihan Skype tanpa syarat apapun. Karena menurut pendapat pihaknya, European Commisions seharusnya meminta Microsoft untuk menjamin standar terbuka untuk konferensi video, serupa dengan apa yang ada di panggilan telepon selular. Standar demikian akan memungkinkan pengguna telepon video Cisco untuk melakukan panggilan ke pengguna Skype dan layanan lainnya seperti Google Voice. (tyo)