Getting Time...

Tahun Ini XL Garap Ladang Data

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Jum'at, 17 Februari 2012 17:26 wib
detail berita
(ki-ka) Pemred Okezone M. Budi Santosa, Managing Director PT Okezone Indonesia, CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi (foto : Andina/okezone)

JAKARTA - Banyak lembaga riset yang telah memprediksi tahun 2012 ini penggunnaan voice dan sms akan menurun jauh ketimbang data. Para operator sendiri sudah terlihat bersiap-siap untuk mengalihkan 'tambang uangnya', menuju ke layanan data.

"Sejak 15 tahun lalu, layanan voice baru turun 7 persen pada 2011. Orang malas menelepon, lebih banyak yang surfing atau searching lewat handphone-nya. ke depan lagi mungkin orang menonton TV lewat handphone," kata Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL Axiata, di MNC Tower, Jumat (17/2/2012).

"50 persen revenue didapat dari telepon, tapi itu turun 7 persen. Karena itu penggantinya kita cari ke data," tambahnya.

Selain layanan voice, sumber lain yang sangat berharga bagi operator adalah layanan sms. Hasnul menjelaskan bahwa sms menyumpang 70 persen EBIDTA, sedangkan data baru 20 sampai 30  persen. Layanan sms menyumbang 30 persen dari pendapatan bersih, sedangkan data belum berkontribusi pada pendapatan bersih.

Bagaimana menghalangi data?

Menurut Hasnul, tidak ada caranya. Tidak mungkin untuk menghalangi layanan data seperti WhatsApp dan lainnya. Operator harus merelakan itu, kemudian mencari cara bagaimana menggarap layanan data agar menghasilkan keuntungan.

"Di Indonesia, data terlalu murah. 7GB hanya bernilai sekira 100 ribu rupiah, padahal di negara lain nilainya lebih tinggi. Karena membangun masing-masing, cost jadi terlalu tinggi," kata Hasnul.

"Mestinya, kalau dulu kita bangun tower sendiri-sendiri, sekarang kita bangun ramai-ramai sehingga cost lebih murah. Satu tower bisa dipakai bersama," tandasnya.

Meskipun data dinilai sebagai sumber baru, tidak berarti penggarapan layanan berhenti sampai di situ. Berikutnya harus ada sumber lanjutan, yaitu konten. Menurutnya, setelah pendapatan dari konten sempat turun sampai 7 persen antara kuartal tiga ke kuartal empat, saat ini pendapatan dari konten sudah mulai naik lagi. Meskipun masih belum kembali seperti semula.

Untuk itu, anak usaha Axiata ini menggelotorkan dana hingga Rp7-8 triliun yang 80 persennya digunakan untuk investasi di layanan data. (tyo)

Beri komentar