Peran Jejaring Sosial Semakin Penting Bagi Pewarta
JAKARTA - Media sosial memiliki peran besar di masa depan dalam pewartaan. Karena mayoritas wartawan sangat tergantung dari media sosial tersebut. Misal untuk mencari info atau untuk menemukan narasumber.
Hal tersebut dijelaskan oleh Najwa Sihab dalam diskusi penyampaian hasil survei yang dilakukan Dewan Pers "Penguatan Konten di Media Sosial/Jejaring Sosial Untuk Informasi Peliputan dan Penulisan Berita Oleh Jurnalis" di Dewan Pers.
"Diakui atau tidak, media sosial mampu membangun kedekatan hubungan antara pemirsa dengan pihak TV. Jika dulu pemirsa harus telpon atau kirim surat jika akan mengkritik, sekarang tinggal komen di Twitter atau Facebook", terangnya.
Menurut Najwa, media sosial juga sangat membantu wartawan dalam pelacakan sumber. "Efeknya menjadi semakin besar. Mencari narasumber cukup lewat Twitter. Jadi bisa memudahkan pelacakan jika kita tidak bisa mengakses nomor telponnya", tambah Najwa.
Berdasarkan hasil survei, 46 persen responden memanfaatkan jejaring sosial sebagai sumber ide berita, 24 persen sebagai bahan berita, 76 persen sebagai sarana memantau berita. 68 persen responden menganggap bahwa informasi di jejaring sosial dapat dipercaya. Meskipun demikian bukan berarti responden tidak melakukan verivikasi ulang.
"75 persen responden selalu melakukan verivikasi ulang terkait bahan berita yang diambil dalam jejaring sosial. Karena memang dibolehkan mengambil informasi dari jejaring sosial, asalkan harus diverivikasi ulang", jelas Uni Lubis, salah satu pengurus Dewan Pers. (tyo)