BEIJING - Pasar ponsel berbagai negara tak bisa dipungkiri memang sedang berkembang pesar. Tapi sayang, pangsa pasar Apple di Negeri Tirai Bambu itu justru merosot ditengah booming-nya ponsel lokal di sana.
Apple tergelincir dalam pasar smartphone China yang sedang booming, selama Oktober hingga Desember. Tahun ini, dengan jumlah pelanggan mobile lebih dari satu miliar di China diwarnai dengan kompetisi yang cukup sengit karena rival Apple pun turut ‘bermain’ di sana yaitu Samsung, Nokia dan perusahaan lokeal seperti Huawei dan ZTE.
Sementara secara keseluruhan, perusahaan yang berbasis di California itu memang memimpin sebagai penjual smartphone terbesar di dunia pada kuartal empat tahun lalu, harus rela turun ke posisi ke lima di China dikalahkan oleh ZTE. Pangsa pasar smartphone Apple di China turun menjadi 7,5 persen dari sebelumnya 10,4 persen pada kuartal tiga (Juli-September).
Keberhasilan ZTE mengelahkan Apple, menurut anlis Gartner CK Lu, karena handset buatan China sangat aktif mempromosikan smartphone mereka dengan tiga operator telekomunikasi China. Sehinga, dikatakan Lu, bisa dilihat bahwa ZTE dan Huawei meraih pangsa pasar yang signifikan.
Perusahaan China memang secara bertahap bergeser keposisi yang lebih tinggi di pasar, dengan meluncurkan smartphone yang memiliki lebih banyak fitur. “Jika Anda ingin menjual handset untuk pasar umum, aturan yang sederhana di China adalah harga handset harus dekat dengan 70 persen dari gaji bulanan,” pungkas analis Frost&Sullivan, Jayesh Easwaramony, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/2/2012).
Hal seperti itu, kata Easwaramony, memberikan perusahaan seperti Huawei dan ZTE kesempatan untuk memenuhi pasar umum yang terpikat dengan iPhone, tapi tidak memiliki daya beli.
(tyo)