Getting Time...

Ilmuwan Beternak Daging di Laboratorium

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Selasa, 21 Februari 2012 17:53 wib
detail berita
Daging hasil eksperimen (foto: Google)

AMSTERDAM - Para ilmuwan dari Belanda mencoba melakukan ternak daging sapi di dalam laboratorium. Daging tersebut diperoleh tanpa menyembelih hewan karena diperoleh dengan menumbuhkan sel induk dari sapi.

Diwartakan Abc News, Selasa (21/2/2012), proyek tersebut didanai oleh seorang individu anonim dengan tujuan secara drastis mengurangi jumlah hewan yang dibesarkan untuk makanan.

Mark Post, peneliti yang memimpin usaha pengembangan tersebut di Universitas Maastricht, mengatakan bahwa dia berencana memperkenalkan burger yang diternak dalam laboratorium untuk uji rasa pada Oktober yang akan datang.

Untuk membuat burger, para peneliti mulai dengan mengambil sel induk dewasa dari sapi dan menempatkan mereka dalam kontainer penuh gizi di laboratorium, kemudian menumbuhkan sel itu menjadi potongan otot sapi.

Sejauh ini, Post dan timnya telah menumbuhkan lembaran tipis otot sapi berukuran panjang sedikit lebih dari satu inci, dan lebar sekira setengah inci. Untuk dapat membuat burger, mereka akan membutuhkan sekitar 3.000 lembar otot dan beberapa ratus potongan jaringan lemak. Kemudian cukup mencincang otot dan lemak, menumbuknya mereka ke dalam panci dan memanaskan panggangan.

Percobaan sapi Post adalah upaya terbaru oleh para ilmuwan untuk membuat laboratorium penumbuh daging, mimpi berusia puluhan tahun yang dikejar-kejar oleh para peneliti dan aktivis kesehatan manusia, lingkungan dan kesejahteraan hewan.

Memelihara ternak untuk konsumsi manusia memberi hambatan besar pada sumber daya alam, dan banyak yang berpendapat proses tersebut secara etis tidak menggugah selera. Menurut Food and Agriculture Organization di PBB, industri ternak dunia menghasilkan sekitar 16 persen dari emisi gas rumah kaca. Sapi saja mengkonsumsi sekitar 80 persen lahan pertanian di dunia dan 10 persen air segar.

"Anda dapat dengan mudah menghitung bahwa kita perlu alternatif. Jika Anda tidak melakukan apapun, daging akan menjadi makanan mewah dan sangat, sangat mahal," kata Post. (tyo)

Beri komentar