WASHINGTON - Para astronom dari NASA dan Smithsonian National Air and Space Museum telah menemukan bahwa kerak bulan nampak sedang mengalami peregangan. Mereka menemukannya dengan bantuan pesawat ruang angkasa NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO).
Diwartakan InternationalBusinessTimes, Rabu (22/2/2012), mereka menemukan parit kecil dan sempit yang lebih panjang dari keadaan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kerak bulan sedang mengalami tarik menarik di wilayah tersebut.
Lembah-lembah linier yang juga dikenal sebagai graben, terbentuk ketika kerak bulan meregang, beristirahat dan turun ke bawah bersama dua retakan yang saling terhubung. Sejumlah graben telah ditemukan di seluruh permukaan bulan.
Menurut para astronom, tidak seperti planet-planet terestrial (planet yang sebagian besar terdiri dari batu silikat), bulan tidak sepenuhnya mencair ketika berada dalam tahap awal evolusinya. Namun, bagian terluar bulan awalnya mencair membentuk lautan batuan cair.
"Kami pikir bulan dalam keadaan umum dari kontraksi global karena terjadinya pendinginan pada interiornya yang masih panas," kata Thomas Watters dari Center for Earth and Planetary Studies di Smithsonian's National Air and Space Museum.
Pada 2010, para peneliti telah menemukan tanda-tanda fisik dari kontraksi di permukaan bulan dalam tebing berbentuk lobus (cuping), yang dikenal sebagai lobate scarp (lereng terjal). Lobate scarp adalah bukti bulan menyusut secara global di masa lalu geologis terakhirnya dan mungkin masih menyusut lagi hari ini.
Tim peneliti tersebut melihat scarp tersebar luas di bulan dan menyimpulkan bahwa penyusutan terjadi seiring bagian interior Bulan perlahan mendingin.
"Tarik menarik ini menyatakan bahwa Bulan masih aktif," kata Richard Vondrak, ilmuwan di NASA Goddard Space Flight Center. (tyo)