BEIJING - Mitra manuaktur utama Apple, Foxconn memberikan 25 persen tambahan gaji pada pekerjanya. Langkah ini diambil Foxcoon setelah serangkaian pemberitaan negatif dan kritik terhadap praktek kerja di pabriknya.
Selain membuat iPad dan iPhone, perusahaan ini juga memproduksi perangkat elektronik untuk beberapa perusahaan lainnya seperti Dell, HP, dan Microsoft.
Kenaikan gaji yang signifikan ini merupakan kedua kalinya bagi pekerja Foxconn dalam waktu kurang dari dua tahun. Selain kenaikan gaji yang sudah efektif sejak 1 Februari, Foxconn juga akan mengurangi lembur, yang merupakan abgian daru cara untuk mengurangi jam kerja secara keseluruhan.
Sebagai imbas kritik terhadap pekerja di Foxconn, Apple dituduh telah memanfaatkan bayaran rendah Foxconn pada pekerja. Kemudian kritik juga terlihat ketika mengumumkan pencapian keuntungan lewat keberhasilan iPhone 4S, New York Times memuat serangkaian artikel tentang lamanya jam kerja, disiplin ketat dan praktik kerja berbahaya di Foxconn
Menanggapi kontroversi tersebut, pekan lalu Apple mengatakan bahwa Fair Labor Association (FLA) secara independen akan mengaudit Foxconn City, salah satu fasilitas produsen terbesar yang terletak di Shenzen, Provinsi Guandong, China.
"Kami percaya bahwa buruh di seluruh dunia memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan kerja aman dan adil. Itulah sebabnya mengapa kami meminta FLA secara independen menilai kinerja pemasok terbesar kami," jelas Tim Cook, CEO Apple mengenai audit yang dilakukan FLA, seperti dilansir Telegraph, Selasa (21/2/2012). (tyo)