Getting Time...

Gempa Mars Tandai Adanya Aktivitas Geologi

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Rabu, 22 Februari 2012 08:48 wib
detail berita
Permukaan Mars (foto: New Scientist)

WASHINGTON - Sebuah penelitian baru mengindikasikan adanya gempa yang mengguncang permukaan Mars. Kemungkinan ini bisa berarti bahwa Planet Merah itu masih aktif secara geologis, dan bisa memberikan manfaat untuk kehidupan.

Umumnya diketahui bahwa aktivitas getaran dan aktivitas vulkanik di Mars telah berhenti sejak jutaan tahun lalu. Penyebabnya adalah ukuran Mars yang kurang lebih setengah dari ukuran Bumi, sehingga bila dibandingkan dengan panas Bumi, panas di bagian internal Planet Merah lebih cepat terpancar keluar.

Namun, sebuah wilayah bernama Cerberus Fossae, yang tersusun dari retakan dan saluran-saluran yang melintasi aliran-aliran lahar muda, telah menarik minat para ahli geologi untuk berpendapat bahwa asal-usulnya bisa saja bukan dari masa ketika Mars masih aktif secara geologis.

Diwartakan New Scientist, Rabu (22/2/2012), hasil pemotretan dari kamera HiRISE di pesawat luar angkasa Reconnaissance Orbiter milik NASA menunjukkan batu-batu besar dengan lebar antara 2 sampai 20 meter, tersebar di dalam retakan yang menyerupai lembah. Hal ini mengindikasikan bahwa batuan tersebut berguling dari permukaan.

Batu-batu ditambah bukti bahwa retakan di permukaan Mars mengeluarkan panas dan mungkin saja berhubungan dengan aktivitas vulkanik, membuat Gerald Roberts dari University of London membayangkan bahwa wilayah tersebut masih aktif dan mengalami guncangan gempa.

Mereka menemukan bahwa makin berjarak dari Cerberus Fossae, ukuran serta jumlah batu-batu itu berkurang. Menurut Robert, "Hal ini konsisten dengan hipotesis bahwa batu-batu bergerak karena permukaan tanah mengalami guncangan, dan semakin jauh dari pusat gempa Mars, besar guncangan akan semakin berkurang."

Karena bidang lahar yang dilintasi retakan berusia hanya dua juta tahun, para peneliti berpikir bahwa gempa di Mars pasti tidak lebih tua dari usia tersebut. Lebih dari itu, batu-batu yang menggelinding meninggalkan jejak di debu Mars dan belum terhapus oleh tiupan angin. Padahal jejak kendaraan penjelajah Mars diketahui akan tertutup debu dalam hitungan tahun. Ini berarti batu yang berpindah itu kemungkinan baru saja mengalami guncangan. (tyo)

Beri komentar