NEW YORK - Dalam dua tahun sejak Mark Zuckerberg menyatakan pendapatnya tentang privasi, tampaknya pengguna Facebook menjadi lebih tertutup untuk berbagi informasi pribadi mereka dengan orang asing.
Privasi pengguna Facebook itu, terungkap dalam sebuah studi yang dirilis oleh Plytechnic Institute of New York University. Para peneliti menemukan bahwa sejak 2010, jumlah pengguna yang memilih untuk menyembunyikan daftar teman mereka dari publik semakin meningkat 200 persen.
"Pada Maret 2010, 17 persen pengguna pada sampel penelitian menyembunyikan daftar teman mereka dari profil publik. Hanya dalam waktu 15 bulan kemudian, 53 persen pengguna memilih untuk membuat daftar pribadi," demikian menurut hasil penelitian, seperti dilansir Digital Trends, Kamis (23/2/2012).
Para peneiti menulusuri profil publik dari 1,4 juta pengguna Facebook, untuk mengumpulkan data dan merupakan studi privasi Facebook terbesar yang pernah dilakukan. Namun angka tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari 850 juta pengguna Facebook yang diperkirakan.
Studi ini juga menemuan bahwa perempuan cenderung membatasi data yang lebih pribadi, ketimbang pria dengan perbandingan 55 persen dan 49 persen.
Jika banyak pengguna Facebook yang lebih peduli pada privasi, tapi menengok ke belakang, Zuckerberg sebagai pendiri Facebook pernah menyatakan bahwa orang-orang merasa nyaman dengan berbagi informasi mereka pada banyak orang. "Itu norma sosial dan merupakan sesuatu yang telah berkembang dari waktu ke waktu," ujar Zuckerberg pada 2010 silam.
Meskipun begitu, tapi menurut Keith Ross, yang pernah memimpin studi privasi Facebook mengatakan, bahwa kepekaan yang lebih besar dan kesadaran masyarakat terhadap masalah privasi dikombinasikan dengan pilihan pengaturan yang mudah di Facebook, membuat anggota jejaring sosial itu lebih banyak melindungi informasi mereka.
Maka semakin banyaknya pengguna yang peduli dengan privasi mereka, hal ini juga karena Facebook telah memudahkan pengguna untuk melindungi privasi. (tyo)