Getting Time...

Nikmati Keindahan Great Barrier Reef dengan Google Earth

Andina Librianty - Okezone
Jum'at, 24 Februari 2012 09:25 wib
detail berita
Capture

CANBERRA - Penyelam di seluruh dunia dan pelestari laut akan segera bisa menikmati keindahan dari terumbu karang di Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar di dunia tanpa perlu menyelam. Semua ini berkat Google Earth, yang bekerjasama dengan mitra-mitranya untuk menawarkan pemandangan laut dengan cara berbeda.

Sebuah survei penelitian akan memetakan Great Barrier Reef, yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan memungkinkan penyelam virtual untuk menikmati ekosistem unik melalui sudut 360 derajat.

Terumbu karang yang jarang terlihat dan ekosistem di bawah laut ini, difoto dan dipetakan oleh sepasang kamera bawah laut tanpa awak yang telah dilakukan sejak September lalu.

"Kebanyakan orang yang menyelam di Barrier Reef hanya sampai kedalaman sekira 20 meter. Tapi 93 persen terumbu karang yang ada di sana terletak di antara 30 hingga 100 meter, di mana cahaya masih bisa menembus dan daerah ini jarang sekali diselami," ujar Ove Hoegh-Guldberg dari University of Queensland, seperti dilansir Telegraph, Jumat (24/2/2012).

Hoegh-Guldberg adalah yang memimpin proyek penelitian ini, dan merupakan mitra antara Google, LSM dan disponsori oleh perusahaan asuransi Inggris, Catlin. Gambar-gambar itu nantinya akan diposting di Panoramio, Google Earh, Google Maps, YouTube dan dilihat di viewer yang dibuat khusus 360 derajat.

Dengan proyek ini, kata Hoegh-Guldberg, mereka akan mencari bantuan khalayak global dalam menilai kesehatan dan komposisi karang. "Publik dapat membantu studi kita untuk lebih dekat dan detail tentang karang dan jumlah ikan. Semoga pengalaman menyelam secara virtual ini akan meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim," jelasnya.

"Ini juga memungkinkan orang-orang dan para ilmuwan untuk menemukan spesies mana yang bermigrasi sebagai dampak dari perubahan iklim pada jalur laut mereka," pungkas Hoegh-Guldberg.

Pemandangan baru laut ini telah diresmikan di World Ocean Summit di Singapura pada Kamis lalu, dan untuk pertama kalinya telah berhasil mengumpulkan para ekonom terkemuka, CEO dan ilmuwan.

Untuk melihat proyek penelitian ini bisa dilihat di sini. (tyo)

Beri komentar