Peneliti Gunakan Satelit untuk Sensus Populasi Pinguin

|

Ilustrasi (Foto: Reuters)

Peneliti Gunakan Satelit untuk Sensus Populasi Pinguin
CANBERRA - Menghitung populasi pinguin di habitat es antartika tidaklah mudah. Namun, kini peneliti menggunakan teknologi baru untuk memetakan burung atau pinguin dari luar angkasa.

Dilansir Reuters, Jumat (13/4/2012), menggunakan pemetaan satelit dengan resolusi tinggi untuk membedakan bayangan es dari kotoran penguin, tim peneliti Internasional telah melakukan apa yang mereka sebut sebagai sensus penguin. Cara ini merupakan metode terbaru untuk mengetahui populasi pinguin.

Dengan teknologi ini, peneliti bisa mendapatkan informasi lebih akurat. Terdapat kabar baik dan buruk pada penggunaan pemetaan satelit ini, yaitu tim berhasil menemukan populasi pinguin di wilayah Antartika yang berjumlah sekira 595 ribu, hampir dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya dengan menggunakan metode penghitungan tradisional (270 ribu hingga 350 ribu).

Akan tetapi, kabar buruknya ialah ada beberapa koloni yang lenyap karena pola cuaca yang berubah serta ancaman kelangsungan hidup pinguin untuk bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang. "Ya, ini adalah sensus komprehensif pertama dari spesies hewan yang diambil dari luar angkasa", ujar ahli ekologi dari Australian Antarctic Division (AAD), Barbara Wienecke.

Sebelumnya pernah dilakukan penghitungan dengan cara yang sama, namun jumlahnya tidak akurat. Pasalnya, medan kasar membuat beberapa koloni tidak dapat diakses serta temperatur yang dingin yang dapat turun hingga minus 50 derajat celcius (minus 58 fahrenheit).

Selain itu, peneliti juga menemukan Emperor Penguins (pinguin kaisar) yang memiliki bulu khas berwarna hitam dan putih mencolok terhadap warna putih salju. Penemuan Emperor Penguins itu merupakan salah satu keberhasilan dari teknologi pemetaan satelit yang digunakan tim peneliti. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE.
(fmh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bisnis E-commerce di Indonesia Semakin Menggiurkan