CALIFORNIA – Twitter tampak menaruh perhatian pada sebuah aplikasi kamera mobile, Camera+, tapi tidak pernah membuat penawaran resmi. Kabar tersebut disampaikan sebuah sumber kepada Bloomberg.
Dilansir dari Cnet, Rabu (2/5/2012), menurut dua orang sumber tersebut, situs microblogging populer itu kabarnya mengadakan pertemuan dengan Camera+. Namun, pembicaraan terhenti karena masalah pindahnya lokasi kerja yang cukup jauh yaitu ke San Fransisco.
Seperti Instagram, Camera+ juga memungkinkan pengguna untuk mencari foto teman, melihat foto populer dan mengunduh foto mereka sendiri. Camera+ bukanlah aplikasi foto pertama yang kabarnya berhasil menarik perhatian Twitter, tapi Instagram.
Sebelumnya sepat dikabarkan, pendiri Facebook, Zuckerberg pada 5 April menghubungi CEO Instagram Kevin Systrom setelah mengetahui bahwa Twitter telah membuat tawaran untuk aplikasi berbagi foto tersebut. Alhasil, seperti yang diketahui Facebook yang berhasil mengakuisisi Instagram.
Zuckerberg kemungkinan bersemangat untuk segera melakukan negosiasi akuisisi dengan Instagram untuk menjaga agar aplikasi itu tidak jatuh ke tangan Twitter. Sebuah laporan pekan lalu dari VentureBeat menyebutkan, Instagram sebetulnya menerima penawaran pertama dari Twitter dengan kisaran harga ratusan juta dolar.
(fmh)
Rabu, 19 Juni 2013 16:13 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 15:12 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 15:06 WIB