Getting Time...

Mikroba Unik Ditemukan di Lingkungan Ekstrim

Ahmad Luthfi - Okezone
Selasa, 12 Juni 2012 14:30 wib
detail berita
Atacama (Foto: Wikipedia)

CALIFORNIA - Peneliti mengamati organisme yang mendiami di beberapa wilayah tanah yang tidak ramah di planet Bumi. Mereka menganalisis DNA baru di tanah berbatu dalam lahan yang menyerupai lanskap Mars, yakni gunung berapi di Amerika Serikat bagian selatan.

Dilansir Spacedaily, Selasa (12/6/2012), peneliti menemukan bermacam-macam organisme di lahan ekstrim tersebut seperti bakteri, jamur serta organisme unik lainnya yang disebut archaea. Organisme unik tersebut memiliki cara yang berbeda terkait konversi energi, ketimbang organisme sejenis lainnya yang ditemukan di belahan Bumi yang lain.

"Kami belum secara resmi mengidentifikasi atau mengkarakterisasikan spesies itu. Akan tetapi, spesies ini sangat berbeda dibandingkan (spesies) apapun yang telah dibudidayakan," ujar ahli mikrobiologi dari University of Colorado, Ryan Lynch.

Ryan mengatakan, secara genetik, organisme unik tersebut sedikitnya memiliki perbedaan 5 persen dari organisme lain di dalam database urutan DNA sebesar 2,5 juta. Database menunjukkan koleksi mikroba yang komprehensif dan ia mengatakan bahwa peneliti dari seluruh dunia telah menambah jumlah database tersebut melalui terbitan makalahnya mengenai organisme.

Ryan beserta rekannya, Steveb Schmidt mengumpulkan sampel tanah di wilayah gunung berapi, Atacama. Radiasi ultraviolet dalam lingkungan dataran tinggi itu bisa dua kali lipat lebih intens seperti di padang pasir yang gersang.

Peneliti mencatat, di wilayah itu, temperatur bisa turun menjadi minus 10 derajat celcius dalam satu malam. Sementara naik drastis menjadi 56 derajat celcius di siang hari atau hari berikutnya.

Bagaimanapun juga, organisme baru yang ditemukan bertahan dalam keadaan seperti itu dikatakan masih merupakan misteri. Meskipun Ryan dan Schmidt serta timnya mencari gen yang dikenal untuk terlibat dalam fotosintesis serta menggunakan teknik neon untuk mencari klorofil, para ilmuwan tidak dapat menemukan bukti bahwa mikroba berfotosintesis.

Artikel ilmiah tentang temuan baru ini telah diterima dan dipublikasi oleh Journal of Geophysical Research-Biogeosciences. (fmh)

Beri komentar