HELSINKI - Nokia mengumumkan rencana memangkas 10 ribu karyawannya di seluruh dunia. Pemangkasan tersebut muncul demi mengurangi biaya operasional dan menyeimbangkan keadaan financialnya.
Vendor yang pernah jadi nomer satu di dunia ini mengalami guncangan selama beberapa tahun terakhir, seiring kekalahannya di pasar smartphone. Nokia Lumia yagn berbasis Windows Phone belum sanggup unggul menghadang gempuran penjualan Samsung, Apple dan HTC.
Diwartakan TechRadar, Jumat (15/6/2012), pemangkasan ini, bila dihitung sejak tahun 2010 sudah memutus hubungan kerja 40 ribu karyawan sejak 2010. Selain pemangkasan karyawan, Nokia juga mengambil langkah menjual brand telefon genggam mewah, Vertu.
Berbagai cara yang dilakukan Nokia, diprediksi akan mengurangi ongkos operasional sekira 1,6 juta euro (sekira USD1,3 miliar). "Dengan tindakan ini, kami percaya memiliki jalan yang jelas menuju profitabilitas. Nokia berniat untuk mempertahankan posisi keuangan yang kuat dan makin agresif dengan tindakan untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham," ujar Executive Vice President and CFO Nokia, Timo Ihamuotila.
Nokia juga mengumumkan beberapa eksekutifnya yang mengundurkan diri. Para ekstkutif itu adalah Chief Marketing Officer Nokia DeVard, Executive Vice President of Mobile Phones Mary McDowell dan executive VP of Market Niklas Savander. (yhw)
Kamis, 23 Mei 2013 19:15 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 18:33 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 18:24 WIB