JAKARTA – Vision Solutions, penyedia piranti lunak dan layanan ketersediaan informasi dunia meluncurkan solusi untuk menjaga aplikasi dan data di komputasi virtual, cloud, dan fisik yakni Double-Take 6.0. Solusi terbaru ini hadir dengan dua produk utama, yaitu Double-Take Availability dan Double-Take Move.
Vision Solution mengklaim, Indonesia sebagai terobosan terbesar dalam menghadirkan Double-Take 6.0. Dengan kinerja keuangan yang kuat dan kemitraan dengan vendor-vendor penting di dunia, Virtual Solustion yakin bisa menawarkan data manajemen dan sistem yang baik dari Double-Take 6.0.
“Kata kunci dari sistem ini adalah flekibilitas, terlebih lagi independensi software yang bisa memberikan kebebasan bagi pelanggan, terutama dalam hal recovery (pemulihan) data,” kata Vice President Asia Pacific Sales Vision Solutions Allan Campbell di acara peluncuran Double-Take 6.0 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
“Kami sudah meng-cover banyak platform penting di dunia, maka dengan menghadirkan Double-Take 6.0 di Indonesia, ini merupakan terobosan penting bagi Vision (Solutions),” tambahnya.
Meski ingin bekerjasama dengan perusahaan kecil dan besar, tapi untuk bisnis seperti UKM (Usaha Kecil Menengah), mungkin diperlukan edukasi terlebih dahulu tentang Double-Take 6.0.
Sementara itu dua produk utama dari Double-Take 6.0 yakni Double-Take Availability dan Double-Take Move, masing-masing memiliki beberapa fitur untuk mempermudah penggunaannya. Seperti yang diungkapkan Regional Director Vision Solutions Hau Shi Yau, Double-Take Availibility memiliki enam fitur yakni, simplicity, plud and play protection, real-time replication, migrasi tanpa downtime, independen platform, dan memiliki pengelolaan yang disederhanakan.
Sedangkan untuk Double-Take Move, menawarkan beberapa fitur seperti migrasi yang lebih mudah, tes pergantian untuk migrasi P2V, pengelolaan disk P2V, dan migrasi P2V WAN.
Double-Take 6.0 membantu perusahaan melindungi profatibilitas dan reputasi melalui penyediaan replikasi asynchronous data secara real-time yang terjangkau, memungkinkan pemulihan cepat (immediate recovery) dari setiap system outage. Diungkapkan Solutions Architect Vision Solution Johan Owen Gallyout, teknologi yang diusung dalam replikasi sangat tinggi sehingga saat replikasi tidak ada downtime.
Dibanderol mulai dari USD1000, Double-Take 6.0 ini ditawarkan untuk sistem Windows dan Linux. “Dengan teknologi replikasi real-time dan sistem lain yang dimiliki Double-Take ini, sangat membantu perusahaan menjaga data, revenue, dan mempermudah pekerjaan,” pungkas Allan.
(adl)
Jum'at, 24 Mei 2013 18:22 WIB
Jum'at, 24 Mei 2013 18:33 WIB
Sabtu, 25 Mei 2013 09:45 WIB