Getting Time...

Pukul 23.01 WIB Hari Ini, Ratusan Ribu Komputer Bakal "Lumpuh"

Ahmad Luthfi - Okezone
Senin, 9 Juli 2012 13:18 wib
detail berita
Ilustrasi (Foto: Colourbox)

JAKARTA - DNSChanger, nama malware yang satu ini sempat menjadi buah bibir yang berimbas pada pemutusan jaringan internet di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Menurut Ketua Umum Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Sylvia W. Sumarlin mengatakan, pukul 23.01 WIB malam ini akan ada server internet yang akan dimatikan.

"Itu warning dari Federal Bureau of Investigation (FBI) , nanti malam di 23.01 WIB, FBI akan melakukan shutdown terhadap nomor-nomor (DNS internet) yang terinfeksi. Akibatnya akan terjadi looping, yakni tidak bisa mengakses nomer-nomer tertentu, sehingga komputer tidak akan berfungsi (tidak bisa mengakses domain internet)," ujar Sylvia kepada Okezone di Jakarta, Senin (9/7/2012).

Ia menjelaskan bahwa DNSChanger itu merupakan malware yang mengubah alamat domain ke tempat yang berbeda, yang dilakukan oleh malware tersebut. "Kejadian ini heboh di 2006, karena telah menginfeksi 4 juta komputer di seluruh dunia," tuturnya.

"FBI turun tangan untuk melakukan antidote (penangkal). Tertangkap enam orang (yang terlibat dalam pembuatan atau penyebaran) di 2011. FBI melakukan pemulihan itu dengan menutup server (shutdown), agar tidak menyebar," tuturnya.

Menurutnya, sistem operasi tertentu menjadi tempat bersemayam bagi malware ini, seperti Windows dan Mac. Sementara ponsel tidak akan terpengaruh, karena perangkat tersebut bergantung dari operator penyedia layanan telekomunikasi.

"Windows dan Mac adalah sistem operasi yang menjalankan suatu program, ada CPU serta terkoneksi dengan internet, kita anggap itu sebagai server kita sendiri. Kalau handphone merupakan perpanjangan tangan dari server di operator, karena tanggung jawab operator yang harus melakukan pembersihan," terangnya.

Untuk sistem operasi Linux tidak akan terkena ancaman dari DNSChanger ini. "Linux itu tidak terkena, relatif aman, tetapi secara tidak langsung OS Linux itu terkena dampak, karena kalau malware itu kemudian mencari host dan host itu terkena atau terinfeksi, maka host itu tidak akan dapat dihubungi (akses)," katanya.

Sejumlah komputer akan menerima imbas dari penutupan server yang dilakukan FBI, tak terkecuali komputer di Indonesia. "FBI tidak punya pilihan, (diprediksi ada) 300.000 komputer di seluruh dunia yang terinfeksi, sekitar 50 ribuan di Indonesia,"  ungkapnya. (fmh)

  • ariidrianto » 0 Tanggapan
    hahaha gila 50 ribu komputer d indonesia udah terjangkit malware..! gue ngk percaya buktinya ja d sini aman2 saja kok :) no trafic
    Beri Tanggapan Laporkan
  • taufik » 0 Tanggapan
    hahhahahaahahha,masih lama bro,,, masih bisa ne pamit pamitan atau salam salaman sama kawan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • b » 0 Tanggapan
    keren coy, untuk yg buat malwere keren, otak lo cerdas, tapi sayang ga digunakan untuk kebaikan, malah sebaliknya, lu udah menyalah gunakan pemberian tuhan yg seharusnya bermanfaat bwt org bnyak. Mudahan ini bisa jadi pelajaran bwat kta semua, ga ada gunanya melakukan perbuatan yg ga berguna, hanya merugikan orang lain, apakan anda bisa bahagia dengan apa yg telah anda perbuat seperti itu, keuntungan apa yg anda dpat. Hiduplah seperti lilin, walaupun akan habis tapi secerca cahayanya dapat menerangi kehidupan. Bahagialah kamu dengan bahagiakan org2 disekitarmu karna dari situlah kebahagiaan yg hakiki
    Beri Tanggapan Laporkan
  • didik » 0 Tanggapan
    biar aman matikan saja komputer sampai keadaan aman
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alvin » 0 Tanggapan
    alahh bohonggg bgt,,jgn percya yg kya ginian cuma gosip gk trbukti broooooooo
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar