Sebab Kematian Mumi Berusia 4000 Tahun

Sebab Kematian Mumi Berusia 4000 Tahun

Ilustrasi mumi (Foto: Questgarden)

WASHINGTON - Ilmuwan meneliti sedikitnya 137 mumi yang ada di Mesir, Peru, penduduk awal Amerika Serikat bagian barat dan kepulauan Aleutian. Mereka menemukan penyebab kematian mumi manusia kuno ini diakibatkan oleh serangan jantung, yang telah ada sejak 4000 tahun lalu.

Dilansir Bloomberg, Senin (11/3/2013), penyakit jantung bukan hanya penyakit yang diderita manusia modern, tetapi juga dialami oleh manusia sejak ribuan tahun lalu. Penelitian ini mengungkap bahwa sebelum jasad dimumikan, sepertiga dari sampel mumi ini meninggal akibat serangan jantung.

Temuan ini terungkap melalui analisis dari mengerasnya arteri (pembuluh darah). Temuan ini juga menunjukkan bahwa penyakit jantung berkaitan dengan usia lanjut.

Ilmuwan juga menemukan bahwa pola makan setiap budaya bervariasi. Pola makan berpengaruh terhadap pengerasan arteri, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Menurut penelitian yang dilakukan American College of Cardiology’s Scientific Sessions di San Francisco, para mumi ini dahulu merupakan pemburu dan pengumpul makanan. Aktivitas berburu ini juga menyebabkana adanya perbedaan pola makan serta gaya hidup mereka.

Meskipun penumpukan kolesterol dan lemak dalam arteri sering dianggap sebagai konsekuensi dari pola makan atau diet modern. Namun, menurut Randall Thompson dari Luke’s Mid America Heart Institute, penumpukan kolesterol yang dialami mumi ini juga merupakan bagian dari penuaan.

"Penyakit jantung telah menguntit manusia selama 4.000 tahun," ungkap Thompson. Ilmuwan meyakini, penumpukan kolesterol atau penyakit jantung ini menyerang ketika manusia berusia 43 tahun. Sementara, rata-rata mumi yang diteliti meninggal pada usia 36 tahun.

(fmh)

Baca Juga

Techno of The Week: Temuan Induk Kapal Alien hingga Makan Piza dengan Nasi dan Kerupuk

Techno of The Week: Temuan Induk Kapal Alien hingga Makan Piza dengan Nasi dan Kerupuk