APMI Tindak Tegas Pembajak Siaran di Jember

|

ilustrasi

APMI Tindak Tegas Pembajak Siaran di Jember
JEMBER – Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) melakukan tindakan pro aktif dengan melakukan sweeping dan penindakan hukum terhadap aksi kegiatan pembajakan siara (piracy) oleh operator tv kabel ilegal. Penindakan dilakukan dengan menggandeng pihak aparat hukum setempat.

Kegiatan yang dinilai sudah semakin mengkhawatirkan ini, berdasarkan data yang pernah dirilis pada tahun 2011 menyebutkan kalau jumlah pelanggan ilegal mencapai lebih dari dua juta per bulannya.

“Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya, yang menyebabkan kerugian besar bagi penyelenggara resmi tv berlangganan. Kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah setiap bulannya,” kata  Legal Coordinator APMI Handiomono, dalam keterangannya kepada Okezone, Senin (13/5/2013).

Menurutnya, aksi pembajakan siaran tersebut bukan hanya menyebabkan kerugian secara  materil kepada perusahaan penyelenggara siaran resmi, tetapi juga mengancam kelangsungan industri TV berlangganan.

Karena itulah, pada Minggu 12 Mei 2013,  APMI melakukan penertiban hukum terhadap redistribusi siaran ilegal dan pelanggaran hak cipta, khususnya  konten Siaran Liga Inggris di wilayah Jember, Jawa Timur.

Sasaran penertiban di wilayah tersebut adalah operator illegal SBC Jember (Saluran Bintang  Cemerlang), dengan nama pemilik Andrias Adi Puwanto yang berlokasi di Jalan Jawa 6-B No 2, Jember, Jawa Timur.

Menurutnya juga, upaya hukum ini ditempuh APMI secara serius untuk memberantas praktik pembajakan siaran oleh operator-operator TV kabel di berbagai daerah.

“APMI tidak pernah berhenti melakukan langkah penertiban hukum bagi perusahaan tv kabel yang melakukan redistribusi siaran tanpa izin resmi pemegang hak siar. Itu akan terus kami lakukan di berbagai daerah di Tanah Air,” ujar Legal Coordinator APMI Handiomono.

Wilayah Lain di Indonesia
Handiomono mengatakan, sebelum Jember, penertiban juga telah melakukan Law Enforcement di berbagai daerah lain di Indonesia. Baru-baru ini mereka telah melakukan penindakan hukum terhadap empat tv kabel ilegal yaitu satu di wilayah Batam dan tiga di wilayah Serui, Papua.

Dia menegaskan, langkah aktif tersebut, dimaksudkan untuk membuat efek jera kepada siapa saja yang melakukan pembajakan siaran, yang merugikan pihak penyelenggara multimedia.

Tindakan ilegal itu, tutur Handiomono, dapat dijerat dengan perbuatan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan atau Hak Siar sebagaimana diatur dalam Pasal 49 dan 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan atau Pasal 25 dan 33 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Hak Siar junto Pasal 55 dan 56 KUHP.

APMI juga akan terus melakukan tindakan  penegakan hukum di semua daerah yang memiliki potensi tinggi untuk kasus pembajakan siaran oleh TV kabel ilegal. “APMI tidak akan pernah berhenti melakukan penertiban hukum pembajakan siaran ini, secara kontinu APMI akan terus bergerak ke berbagai wilayah di Indonesia,” tandasnya. (amr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lenovo Akan Hadirkan Ponsel Dual Layer 5,3 Inci