Somatic Embryogenesis Bikin Kopi & Kakao Jadi Unggulan

|

Direktur Puslitkoka, Teguh Wahyudi/Foto: Riyandi Andesma-Okezone.com

Somatic Embryogenesis Bikin Kopi & Kakao Jadi Unggulan
JEMBER - Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia(PUSLITKOKA) yang bertempat di Jember, mengakui pada awalnya mereka memang mengalami kesulitan dalam pengembangan bibit unggul untuk tanaman kopi dan kakao. Akan tetapi, semua itu berubah setelah mereka mencoba sebuah sistem bernama Somatic Embryogenesis (SE).

Somatic Embryogenesis (SE) sendiri merupakan sistem yang bertujuan untuk meningkatkan produksi bibit dalam skala yang besar. Menurut Direktur Puslitkoka, Teguh Wahyudi, Indonesia memiliki banyak jenis kopi unggulan yang produksinya masih dibilang kecil, hal tersebut merupakan sebuah potensi jika dengan menggunakan sistem ini, jenis kopi unggulan Indonesia akan lebih banyak yang muncul ke permukaan.

"Meski teknologi Somatic Embryogenesis ini bisa terbilang baru digunakan, kami memiliki rasa percaya diri terhadap sistem ini karena mampu meningkatkan produksi bibit secara signifikan. Sistem ini juga telah memberikan kami solusi untuk mempertahankan serta mengembangbiakan bibit unggul dari tanaman kopi serta kakao," pungkas Teguh, kepada wartawan di Jember, Jumat (17/5/2013).

Sistem ini juga memiliki keunggulan diantaranya mampu mempertahankan sifat dari sebuah bibit unggul, dan mengembangbiakannya dengan kapasitas yang lebih tinggi. Khusus untuk kakao, salah satu contoh perbedaan bibit yang sangat mencolok antara yang menggunakan Somatic Embryogenesis (SE) dan asal sambung, adalah untuk dengan bibit SE akan tumbuh batang terlebih dahulu baru menyusul cabangnya.

Sedangkan untuk bibit yang menggunakan sistem asal sambung, kakao akan tumbuh cabang sejak awal perkembangan. Selain itu, tanaman kakao juga harus memiliki tanaman penangung, namun bukan asal tanaman bisa dijadikan penaung kakao.

Puslitkoka sendiri mengungkapkan bahwa mereka menggunakan lamtoro sebagai tanaman penaung. Pusat penelitian ini juga hanya menggunakan tanaman lamtoro khusus yang tidak memiliki biji, dengan tujuan agar nantinya biji dari lamtoro ini tidak akan merusak tanaman kakao yang sedang mengalami pertumbuhan.

"Tidak hanya berfokus pada produk bibit dan buah saja, kini kami juga sedang berusaha mengolah hasil kakao untuk menjadi produk lain. Salah satu contoh produk lain berbahan dasar kakao yang tengah kami kembangkan adalah sabun cair dan padat," tambah Teguh.
(fmh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Google Tawarkan Street View untuk Pebisnis