Inspirasi Desain Robot Ini Berasal dari Semut

|

(Foto: BBC)

Inspirasi Desain Robot Ini Berasal dari Semut
WASHINGTON - Ilmuwan Amerika Serikat melakukan studi bagaimana perilaku semut ketika berada dalam sarangnya. Serangga ini bisa memberikan informasi kepada ilmuwan untuk pengembangan robot pencari dan penyelamat.

Dilansir BBC, Selasa (21/5/2013), tim dari Georgia Institute of Technology menemukan bahwa semut api dapat menggunakan antena mereka sebagai "kaki tambahan" yang berfungsi untuk menjaga agar tubuh semut tidak jatuh. Antena ini juga bisa dimanfaatkan semut untuk membangun terowongan dalam medan pasir.

Ilmuwan menggunakan kamera berkecepatan tinggi untuk merekam secara rinci perilaku serangga tersebut. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America).

Penelitian ini dipimpin oleh Nick Gravish, yang mengamati bagaimana semut menggali pasir yang terperangkap antara dua pelat kaca. Sehingga, setiap terowongan dan setiap gerakan bisa dilihat dan difilmkan.

"Semut ini akan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi," ujar Nick. Bila diperhatikan, lanjutnya, semut ini akan sering terpeleset dan jatuh. Meskipun demikian, semut bisa menjaga tubuhnya tetap pada posisinya setiap kali hampir jatuh.

Ilmuwan juga telah melakukan percobaan dengan menempatkan semut pada labirin terowongan kaca yang halus. "Kita bisa melihat terowongan kaca ini dan benar-benar melihat semua bagian tubuh semut ketika sedang mendaki, tergelincir dan jatuh," tuturnya.

Ilmuwan terkejut bahwa semut tidak hanya menggunakan kaki untuk menjaga keseimbangan, tetapi melibatkan juga antena mereka. Antena semut umumnya berfungsi sebagai indera pengendus. Temuan ini menunjukkan bahwa antena juga bisa mendukung untuk menyeimbangkan berat badan hewan tersebut.

Kemudian, ilmuwan menggunakan pemindai CT X-Ray untuk menangkap gambar 3D dari terowongan yang digali oleh semut. "Kami menemukan bahwa gerombolan semut di semua jenis terowongan menggali dengan diameter yang sama," jelasnya.

Peneliti Dan Goldman mengatakan, serangga ini berhasil memanipulasi lingkungan mereka, yakni menggunakan lingkungan untuk mengendalikan gerakan semut. Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan studi ini untuk mendapatkan prinsip-prinsip, di mana semut dan hewan lainnya bisa memanipulasi lingkungan yang kompleks.

Ini bisa memberi wawasan bagi pengembang robot untuk merancang robot pencari dan penyelemat. "Kondisi seni robotika pencari dan penyelamat sebenarnya cukup terbatas. Banyak materi di lokasi bencana, tanah longsor, puing-puing tumpukan, yang Anda harus membuat struktur (untuk bisa mencari korban yang terpendam dalam tanah atau puing-puing, misalnya)," terangnya

Dengan demikian, penelitian ini bisa membantu desainer dan programmer robot untuk mengembangkan robot yang memiliki cara kerja mirip semut asli. Ini digunakan untuk misi pencarian dan diharapkan dapat membantu menemukan korban bencana alam. (fmh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    OPPO Smartphone Gelar Kompetisi Startup Indonesia