Alat Canggih BPPT Dikerahkan Cari BlackBox AirAsia

Alat Canggih BPPT Dikerahkan Cari BlackBox AirAsia

Alat Canggih BPPT Dikerahkan Cari BlackBox AirAsia (foto : Oikezone)

JAKARTA – Misi pencarian puing pesawat AirAsia QZ 8501 masih terus dilakukan oleh tim dari Basarnas dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Kemudian untuk mempermudah pencarian tersebut, BPPT menggunakan empat alat canggih.

“Berbekal peralatan yang dibawa, kami berharap dapat menemukan badan pesawat sekaligus black box-nya,” ucap Rahardian Ketua Tim Ekspedisi Kapal Riset Baruna Jaya I di pencarian AirAsia QZ 8501.

Menurut Rahardian, misi Baruna Jaya (BJ) kali ini adalah menemukan bodi pesawat yang jatuh pada Minggu 28 Desember 2014 itu.

Ada empat peralatan yang dibawa BJ dalam melaksanakan misi kali ini. Pertama adalah Multi-Beam Echo Sounder yang berfungsi untuk melakukan pemetaan biometri dalam laut. Kedua adalah Side Scan Sonar yang juga berfungsi untuk melakukan pemetaan dengan jangkauan yang lebih tajam.

Alat ketiga yakni Megato Meter atau alat pendeteksi logam. Alat ini dipakai apabila hasil yang didapat kedua tes awal menunjukkan indikasi adanya objek di dasar laut. Lalu alat keempat adalah Remote Operated Vehicle (ROV) yang berfungsi menampilkan visual real (gambar video) dari dasar laut.

"Keempat alat tersebut akan bekerja secara bergantian. Dengan begitu, data yang didapat sudah terkonfirmasi kebenarannya," ucap Rahardian.

Ia menambahkan, Kapal BJ I akan selalu berkoordinasi dengan pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) selaku koordinator tim pencarian dan evakuasi pesawat AirAsia yang jatuh. "Sesuai arahan Kepala Basarnas, BJ akan mengarah ke titik penemuan sebelumnya,” ujarnya.

"Di tengah cuaca yg tidak menentu saat ini, mudah-mudahan BJ I dapat melaksanakan tugas dengan baik, dan menemukan pesawat AirAsia yang hilang tersebut," pungkas Rahardian.

(amr)

Baca Juga

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya