Cara Ampuh Melindungi Data di Cloud

Cara Ampuh Melindungi Data di Cloud

ilustrasi cloud

JAKARTA – Jumlah pengguna layanan cloud semakinmeningkat. Pengguna internet sudah mulai mengurangi mengirim file yang besar melalui email, atau membawa flash drive untuk membawa dokumen. Cloud sudah menjadi tempat untuk menyimpan file, bertukar informasi dan kolaborasi pekerjaan.

Tingkat kepercayaan terhadap layanan cloud juga meningkat. Tak jarang kita menyimpan copy KTP, rekening bank atau dokumen pribadi di dalam cloud. Tapi apakah kita yakin data yang kita simpan di dalam cloud tersebut benar-benar aman?

Pada dasarnya dengan layanan cloud sangat membantu pengguna untuk menyimpan file secara bebas, tanpa harus melakukan pengaturan tertentu untuk dapat mengakses file atau layanan tersebut.

Namun dari segi keamanan, sangat berisiko karena siapapun dengan user name dan password yang kita punya dapat membuka dan mengakses layanan cloud yang kita miliki. Untuk itulah kita perlu mengamankan data kita sendiri dari ancaman pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Berikut beberapa tips untuk mengamankan data yang kita simpan di dalam cloud;

Pilih Layanan Cloud yang Tepat

Seiring perkembangan pengguna cloud, jumlah layanan cloud juga meningkat. Untuk itu kita harus melakukan pengecekan terhadap layanan cloud yang akan kita pakai. Kita harus memeriksa bagaimana privacy policy yang layanan tersebut miliki. Kita juga harus mengetahui apakah server cloud tersebut dimiliki dan dikelola sendiri, atau hanya menyewa dari tempat lain. Apakah mereka memiliki layanan enkripsi terhadap file yang disimpan karena hanya enkripsi yang dapat mencegah data yang kita miliki dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Gunakan Password yang Aman

Berdasarkan riset yang dikeluarkan Apple Inc. bahwa hacker mengincar username, password dan security question, yang merupakan pertahanan pertama dan utama dari keamanan data. Sekitar 76 persen dari serangan siber berasal dari password yang lemah.

Ada beberapa tips untuk memperkuat password antara lain :

a. Bikin password anda minimal sepanjang 8 karakter bahkan lebih. Untuk kekuatan komputasi saatini, buatlah password sepanjang 15 karakter atau lebih agar tidakdapat diretas dengan mudah.

b. Jangan gunakan nama anda, nama perusahaan, nama panggilan atau nama anak sebagai password. Jangan buat password yang memiliki referensi kepada diri anda dan keluarga.

c. Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, nomor dan karakter special (!@#$%^&*) jika memungkinkan.

d. Update password secara berkala dan gunakan password yang sangat berbeda dengan password sebelumnya.

Aktifkan Autentikasi Multi Faktor

Autentikasi Multi Faktor adalah pelengkap dari password yang kita miliki, biasanya disediakan oleh provider cloud. Praktik yang lazim dilakukan adalah mengirimkan kode autentikasi melalui SMS atau email ketika akan mengakses layanan cloud. Jika kita hanya menggunakan password, maka kita tidak pernah akan mengetahui jika akun cloud kita telah dibobol. Namun dengan adanya autentikasi multi factor maka kita akan mendapatkan notifikasi jika ada seseorang yang ingin mengakses data pribadi kita yang tersimpan melalui cloud.

Hati-Hati Menggunakan Wifi Publik

Wifi gratis memang memudahkan kita untuk selalu dapat terhubung melalui internet. Namun ketiadaan akses control menyebabkan semua orang dapat menggunakan wifi tersebut, baik untuk tujuan yang baik maupun jahat. Seringkali hacker memanfaatkan wifi public untuk melakukan penyadapan data ataupun mengintip password dan username. Sehingga gunakan wifi public seperlunya atau bahkan hindari sama sekali. Untuk mengakses cloud yang terkait pekerjaan kantor ada baiknya menggunakan jaringan VPN yang aman sehingga tidak dapat di sadap oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Enkripsi File Pribadi

Cloud memudahkan menyimpan semua file secara permanen dan dapat diakses dimana saja. Namun ada baiknya ketika menyimpan file pribadi seperti KTP, Sertifikat Rumah, dan surat-surat penting dimasukkan ke dalam file terenkripsi sehingga walaupun orang lain dapat mengambil file tersebut namun file tersebut tidak dapat dengan mudah langsung dibaca bahkan tidak dapat terbaca sama sekali. Praktik yang lazim dilakukan adalah dengan menggunakan kompresi zip atau rar yang berpassword adalah salah satu cara memproteksi file penting.

Penggunaan cloud memang sangat murah dan memudahkan kita untuk menyimpan file dan berkolaborasi, namun perlu juga diperhatikan aspek keamanan data yang kita simpan, jangan sampai data tersebut jatuh ketangan yang tidak bertanggungjawab.

 

*Penulis adalah PratamaPersadha, pegiat keamanan cyber dan kriptografi. Kini aktif sebagai Chairman CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), lembaga riset non-profit di bidang keamanan cyber dankomunikasi.

(amr)

Baca Juga

Viral! Video Mobil Tak Bisa Keluar Parkir Ini Bikin <i>Netizen</i> <i>Ngakak</i>

Viral! Video Mobil Tak Bisa Keluar Parkir Ini Bikin Netizen Ngakak