Cegah Penculikan Anak di Hari Pertama Sekolah

Cegah Penculikan Anak di Hari Pertama Sekolah

Cegah Penculikan Anak di Hari Pertama Sekolah (Foto: Reuters)

JAKARTA - Hari ini menjadi momen berharga anak-anak di Indonesia. Mereka diantar orangtuanya menuju sekolah bahkan sebagian besar ditunggu hingga pulang sekolah. Ada hal yang perlu diperhatikan yakni menghindari kasus penculikan.

Iya kasus ini cukup membuat khawatir para orangtua yang membiarkan anaknya bebas pulang ke rumah. Pratama Persadha, pengamat dunia siber, menilai, salah satu pemicu kasus penculikan karena bebasnya penggunaan dunia maya.

"Ada beberapa hal yang sepertinya sepele, namun sangat perlu untuk diperhatikan, kaitannya dengan media sosial yang dimiliki,' kata Pratama di Jakarta, Senin (18/7/2016).

Langkah awal yakni tidak membagikan foto bersama anak secara sembarangan di akun media sosial maupun di sekolah. Apalagi sampai menyebutkan lokasi dan waktu. Karena ini bisa menjadi pintu masuk bagi para pelaku kejahatan yang menjadikan anak sebagai sasaran.

Kedua, batasi akses media sosial kita hanya untuk orang-orang yang kita benar-benar kenal saja. Hampir semua media sosial besar memberikan fiturini.

"Facebook misalnya, memberikan fitur bagi pengguna media sosial untuk mengatur privasi, jadi baik postingan maupun foto hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang menjadi kawan kita," tulisnya.

Langkah selanjutnya, orangtua juga harus membatasi akses anak ke gadget. Membatasi ini maksudnya orangtua mempunyai akses langsung dan juga mengontrol penggunaannya. Karena tanpa edukasi dan kontrol, anak bisa leluasa bermain di media sosial. "Ini membuka pintu bagi para pelaku kejahatan, bila penggunaan tanpa privasi," tuturnya.

Langkah preventif dengan mengenakan alat bantu tracking pada anak-anak. Cukup banyak alat “Child Tracker” yang dijual di pasaran. Bentuknya bisa gelang, kalung, jam dan banyaklagi, yang terkoneksi ke smartphone orangtua.

"Kelima, berikanlah kode khusus pada anak untuk mengenali orang-orang yang menjadi saudara maupun asisten rumah tangga. Misalnya orangtua memberikan kode “Zuma”, artinya setiap orang yang menjemput harus menyebutkan kode tersebut."

(kem)

Baca Juga

<i>Duh</i>! 6 <i>Meme</i> Paskibra ala <i>Netizen</i> Ini <i>Bikin</i> Kamu Cengar-cengir Sendiri

Duh! 6 Meme Paskibra ala Netizen Ini Bikin Kamu Cengar-cengir Sendiri