Komentar XL soal Metode MVNO Network Sharing

Komentar XL soal Metode MVNO Network Sharing

Ilustrasi BTS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini masih berusaha menggodok aturan Network Sharing melalui revisi PP (Peraturan Pemerintah) No 52 atau 53 tahun 2000. Jika revisi ini sudah disahkan, maka bukan tidak mungkin akan muncul model bisnis baru di industri telekomunikasi.

Salah satu metode Network Sharing yang diperkirakan muncul jika kedua PP tersebut disahkan adalah MVNO (Mobile Virtual Network Operator). Secara garis besar, MVNO merupakan operator jasa pelayanan telekomunikasi bergerak dalam bentuk suara dan data, di mana operator tersebut tidak memiliki izin atas spektrum frekuensi atau lisensi jaringan akses.

Untuk menjalankan usahanya, pelaku MVNO harus melakukan kerjasama dengan operator resmi yang memiliki alokasi spektrum frekuensi serta lisensi jaringan akses.

Berkaitan dengan MVNO, pihak XL yang diwakili oleh Tri Wahyuningsih, General Manager Corporate Communication XL mengaku, pihaknya siap dengan segala jenis model bisnis baru dalam industri telekomunikasi.

"Kita terbuka dengan segala bentuk pengembangan teknologi, termasuk MVNO. Apalagi kita mempunyai kapasitas yang memungkinkan," jelasnya di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Perempuan yang akrab disapa Ayu ini menjelaskan bahwa model bisnis ini bukan barang baru di industri telekomunikasi dunia. "Model bisnis sepeti ini juga dapat meningkatkan loyalitas konsumen juga," pungkasnya.

(ahl)

Baca Juga

Begini Skema Proyek Palapa Ring

Begini Skema Proyek Palapa Ring