Menkominfo Jawab Tudingan Tak Transparan soal Interkoneksi

Menkominfo Jawab Tudingan Tak Transparan soal Interkoneksi

Menkominfo Jawab Tudingan Tak Transparan soal Interkoneksi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Rabu 24 Agustus 2016, memenuhi panggilan Komisi I DPR RI untuk membahas penentuan tarif baru interkoneksi. Hal itu dilakukan setelah santer beredar kabar keberpihakan Chief RA –sapaan akrab Rudiantara– kepada pihak tertentu. Usai pertemuan tersebut, RA menegaskan sudah mencoba untuk duduk bersama semua operator sejak tahun lalu demi membahas masalah tersebut.

"Pembahasan ini sudah lama sejak 2015. Kami sudah rapat 17 kali untuk salah satu agenda, terlepas itu dinilai cukup atau tidak. Kami sudah memfasilitasi, tapi memang sulit untuk menyenangkan semua pihak. Kami sebagai pemerintah harus bersikap tegas, karena biasanya pengaturan seperti ini direvisi secara berkala dalam dua tahun, ini sudah tahun ketiga. Kalau menunggu semuanya puas, bisa pecah kepala awak!" terang RA.

Lebih lanjut RA juga menunjukkan bahwa harga offnet interkoneksi ini sesuai dengan tren harga lintas jaringan sejak 2008 hingga 2016 yang cenderung datar di angka Rp200-an per menit. Namun, ia juga masih terbuka dengan masukan DPR mengenai metode penghitungan interkoneksi lain yang dirasa lebih adil, misalnya asimetris yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

"Saya bisa saja menerima masukan asimetris, tapi bukan nation wide. Misalkan operator A ke operator B bayar Rp150, tapi kalau sebaliknya Rp100. Di seluruh Indonesia, enggak bisa gitu dong, enggak fair justru. Kalau apresiasi seseorang yang membangun di daerah remote, ya kalau dari Jakarta ke daerah sana, operator A di Jakarta ke operator B di sana, dia near end, dia bawa traffic-nya, maka dia bayar katakanlah Rp100 ditambah indeks kemahalan jadi Rp125. Tapi kalau operator B ke operator A juga Rp125, fair kan jadinya. Tapi, kita perhitungkan karena dia berada di daerah remote. Kurang lebih begitu untuk memperhitungkan investasi yang sudah ditanamkan," terang Rudi.

Sebelumnya, Rudi juga mengatakan bahwa dirinya sudah disuntik kebal dengan emosi untuk menguntungkan salah satu blok operator. "Saya ini pernah di Telkom, pernah di Indosat dan XL. Kalau mau berpihak, saya harus berpihak kepada siapa?" ujarnya.

Itu pula sebabnya Rudi tidak membuat rapat sore kemarin tertutup untuk umum. Rudi menyatakan akan memberikan ringkasan hasil perhitungan biaya interkoneksi masing-masing operator dan konsultan pemerintah secepatnya kepada Komisi I DPR. Dia juga tidak keberatan ketika para operator didudukkan kembali bersama DPR untuk dimintai keterangan dan masukan mengenai isu interkoneksi ini. 

(kem)

Baca Juga

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut