Urgensi Penurunan Tarif Interkoneksi

Urgensi Penurunan Tarif Interkoneksi

Manfaat Perubahan Tarif Interkoneksi (foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam waktu dekat, pemerintah akan menerapkan tarif interkoneksi terbaru untuk industri telekomunikasi. Langkah ini dinilai baik untuk menciptakan iklim persaingan sehat di kalangan operator telekomunikasi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Noor Iza, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menurutnya, kini terjadi pergeseran tren dari voice centric ke data centric.

"Semakin diminatinya layanan OTT di masyarakat memerlukan perhitungan biaya interkoneksi voice, SMS, dan MMS yang lebih teliti," ujar Noor dalam keterangan resminya, Senin (29/8/2016).

Ia juga menyoroti Pertumbuhan trafik data tidak sebanding dengan penambahan pendapatan dari layanan data. "Keberlangsungan industri sebagian besar masih ditopang oleh layanan konvensional (voice dan SMS)," lanjutnya.

Untuk itu, tarif interkoneksi dinilai urgen untuk segera diterpakan. Pasalnya, banyak manfaat yang akan diperoleh terkait perubahan tarif interkoneksi ini, seperti mendorong penyelenggara telekomunikasi untuk menggunakan teknologi yang lebih efisien; melalui percepatan migrasi teknologi 2G ke 3G/4G (penetrasi broadband), mendorong agar tarif off-net rasionya tidak terlalu jauh dengan tarif on-net, sehingga menekan churn rate (tingkat pindah layanan) untuk efisiensi sumber daya.

Kemudian, mendorong peningkatan trafik panggilan off-net sehingga diharapkan tercipta keseimbangan diantara panggilan off-net dan on-net. Mendorong penurunan tarif off-net, hal ini akan diatur melalui revisi regulasi PM 9 tentang Tarif, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan telekomunikasi yang lebih terjangkau.

Tidak hanya kalangan operator yang akan menikmati manfaatnya, Noor Iza juga menjelaskan bahwa masyarakat juga dapat merasakan dampak positifnya, yakni memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi masyarakat melalui keterjangkauan tarif dan kualitas layanan dengan tetap menjaga keberlangsungan.

“Layanan Financial Technology akan dapat di-deliver dengan baik, dan layanan publik seperti Bantuan Pemerintah kepada rakyat melalui kartu (non tunai) akan lebih terjamin.”

tingkat pindah layanan
(kem)

Baca Juga

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut