Penurunan Tarif Interkoneksi Tertunda, Ini Komentar Operator

Penurunan Tarif Interkoneksi Tertunda, Ini Komentar Operator

(Foto: Kominfo)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penurunan interkoneksi kepada para operator seluler di Indonesia, namun kebijakan penurunan yang seharusnya diketuk palu hari ini harus tertunda.

Salah satu tertundanya keputusan tersebut karena ada operator yang belum menyerahkan Dokumen Penawaran Interkoneksi (DPI). Bagaimana operator menanggapi penundaan penerapan penurunan tarif interkoneksi ini.

"Telkomsel menegaskan akan menggunakan biaya interkoneksi yang disepakati dalam perjanjian dengan operator lain yang berlaku saat ini sesuai pasal 18 PM 8 tahun 2006, hingga pemerintah mengumumkan hasil perhitungan biaya interkoneksi masing-masing operator sebagai acuan kesepakatan industri dalam membuat penawaran interkoneksi pada daftar penawaran interkoneksi (DPI) masing-masing," terang Ririek Adriansyah, Dirut Telkomsel di Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Tertundanya penerapan tarif interkoneksi ini kuat dikabarkan karena ada dua operator yang belum mengajukan dokumen penawan interkoneksi (DPI) hingga saat ini yakni Telkom dan Telkomsel.

"Telkomsel belum menyerahkan Dokumen Penawaran Interkoneksi (DPI) sebagaimana yang disampaikan perwakilan Kementerian Kominfo melalui media karena belum mendapatkan jawaban tertulis perihal surat keberatan Telkomsel yang ditujukan kepada Menteri Telekomunikasi dan Informatika. Hal ini Telkomsel rasa perlu untuk menegakkan asas tata kelola pemerintah yang baik dan transparan,"tambah Ririek.

Meski terganjal oleh operator yang belum mengajukan DPI, tak menghambat operator lain seperti Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia atau dikenal Tri untuk terus melaju.

"Kami akan terus proceed membuat PKS dengan pihak-pihak yang sudah masukkan DPI. Sebagian besar operator telah memberikan DPI-nya masing-masing. Sayangnya, ada salah satu operator yang belum mengajukan dokumen tersebut, yang lain sudah," ujar Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredo kepada Okezone.

Hal senada juga dituturkan Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia, yang menyatakan bahwa para operator yang telah mengajukan DPI tetap bisa dilanjutkan dengan operator yang telah memasukkan DPI mereka.

"Iya sudah mending yang sudah masukin bisa langsung implementasi, yang belum pakai yang lama aja,"papar Danny kepada Okezone.

Sebelumnya, Noor Iza selaku Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo mengatakan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJPPI) masih belum mendapatkan daftar penawaran interkoneksi (DPI) secara komplit dari operator.

Dengan begitu, operator diminta untuk memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan acuan lama, karena hari ini merupakan batas masa berlaku dari Surat Edaran (SE) yang telah ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia.

(din)

Baca Juga

Begini Skema Proyek Palapa Ring

Begini Skema Proyek Palapa Ring