Operator Sesali Penundaan Pengesahan Tarif Baru Interkoneksi

Operator Sesali Penundaan Pengesahan Tarif Baru Interkoneksi

Ilustrasi BTS

JAKARTA - XL Axiata merasa kecewa dengan ditundanya pengesahan tarif baru interoneksi yang seharusnya bisa diterapkan hari ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang dikirimkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika.

Menurut pihak XL, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) seharusnya bisa mengumpulkan daftar penawaran interkoneksi (DPI) sesuai dengan masa akhir pengumpulan yakni pada 15 Agustus kemarin.

"Pada 2 Agustus operator punya deadline mengumpulkan DPI sampai 15 Agustus, tetapi BRTI masih belum mengumpulkan semuanya sampai tanggal tersebut sehingga keputusan dalam SE belum bisa diterapkan," ujar Turina Farouq VP Corporate Communication XL Axiata, Kamis (1/9/2016).

Daftar penawaran interkoneksi (DPI) sendiri yakni tabel perincian mengenai penghitungan biaya dari setiap operator dalam menetapkan tarif baru sesuai dengan batas penawaran tertinggi dari pemerintah yakni sebesar Rp204.

Pihak XL dalam hal ini mengaku telah menyerahkan DPI sebelum deadline tiba. Perusahaan tersebut menyerahkan tarif interkoneksi baru sesuai dengan permintaan pemerintah yakni sebesar Rp204. Namun menurut Turina, pihaknya sendiri mengharapkan tarif baru akan turun sebesar 40 persen atau sekira Rp120 hingga Rp150.

Dengan adanya pihak yang belum mengumpulkan DPI tersebut, maka Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika untuk sementara mempersilahkan operator telekomunikasi menggunakan tarif interkoneksi yang lama yakni sebesar Rp250.

Dengan begitu untuk saat ini XL sendiri masih menggunakan tarif awal yang sesuai dengan kesepakatan business to business atau belum menerapkan tarif baru sesuai dengan SE yang dikeluarkan pada 2 Agustus kemarin.

(ahl)

Baca Juga

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212