Indosat Ooredoo: Interkoneksi Jangan Dijadikan Sumber Pendapatan

Indosat Ooredoo: Interkoneksi Jangan Dijadikan Sumber Pendapatan

(foto: Indosat Ooredoo)

JAKARTA - Pasca penundaan Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 tentang Implementasi Biaya Interkoneksi. Indosat Ooredoo memberikan tanggapannya.

CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan, pihaknya bisa memahami sikap Kementerian Kominfo menunda pelaksanaan SE tersebut. Pasalnya, penundaan tersebut dilakukan untuk penghormatan kepada DPR.

Namun demikian, ia berharap agar semangat dan substansi dari SE yang berisi penurunan biaya interkoneksi rata-rata 26% pada 18 skenario panggilan telepon dan SMS antar operator tidak berubah.

"Karena penurunan biaya interkoneksi secara alamiah dan ilmiah pasti terjadi sebagai konsekuensi dari kemajuan teknologi yang semakin efisien dan skala ekonomi jaringan yang semakin besar," ujar pria yang kerap disapa Alex dalam keterangan resminya, Kamis (1/9/2016).

Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi berkala atas biaya interkoneksi merupakan hal lazim yang dilakukan pemerintah. Namun pada waktunya, Regulator harus menegakkan regulasi agar tercipta persaingan sehat.

"Penguasaan pasar luar Jawa yang lebih dari 80% oleh satu operator akan cenderung kurang peduli dengan kepentingan pelanggan. Biaya interkoneksi yang tinggi menghambat operator lain untuk dapat memasuki pasar secara sehat dan memberikan pilihan layanan yang lebih bervariasi kepada pelanggan," lanjutnya.

Alex juga menyoroti bahwa penurunan tarif interkoneksi merupakan kewajiban bagi operator dan tidak sepatutnya diandalkan sebagai sumber pendapatan untuk memperoleh keuntungan.

"Kami menegaskan kembali bahwa untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, maka Indosat Ooredoo akan tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yang baru sesuai dengan SE tersebut di atas," tutupnya.

Alex menambahkan, Indosat Ooredoo dan beberapa operator lain telah mematuhi permintaan Pemerintah dalam SE dengan menyampaikan penyesuaian DPI. Dengan DPI yang sudah disesuaikan, maka kami dapat membuat kesepakatan dengan menggunakan tarif rujukan terbaru dari Kementerian Kominfo.

"Adapun untuk interkoneksi dengan operator yang belum mematuhi ketentuan SE, maka kami akan menyerahkan kepada BRTI sebagai badan yang berwenang menangani persoalan terkait dengan interkoneksi," tutupnya.

"Kami menegaskan kembali bahwa untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, maka Indosat Ooredoo akan tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yang baru sesuai dengan SE tersebut di atas," tutupnya.

Alex menambahkan, Indosat Ooredoo dan beberapa operator lain telah mematuhi permintaan Pemerintah dalam SE dengan menyampaikan penyesuaian DPI. Dengan DPI yang sudah disesuaikan, maka kami dapat membuat kesepakatan dengan menggunakan tarif rujukan terbaru dari Kementerian Kominfo.

"Adapun untuk interkoneksi dengan operator yang belum mematuhi ketentuan SE, maka kami akan menyerahkan kepada BRTI sebagai badan yang berwenang menangani persoalan terkait dengan interkoneksi," tutupnya.

(kem)

Baca Juga

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212