Techno of The Week: Robot dengan Perasaan seperti Manusia

Techno of The Week: Robot dengan Perasaan seperti Manusia

(Foto: Ubergizmo)

JAKARTA - Sony mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membuat sebuah robot yang memiliki ikatan emosional dengan manusia. Hal itu diungkapkan oleh CEO Sony, Kaz Hirai.

Dilansir Ubergizmo, Hirai mengatakan bahwa perusahaannya kini sedang bekerja menghasilkan sebuah robot yang memiliki perasaan dan ikatan emosional dengan manusia. Artinya, sang pemilik bukan hanya bisa memerintahkan robot tersebut, namun juga memiliki interaksi layaknya kepada seseorang.

Ia sendiri masih belum mau menyebutkan lebih jauh mengenai detail robot yang sedang dikerjakannya. Hirai mengatakan bahwa saat ini kita masih harus menunggu dan bersabar sebelum robot tersebut diperkenalkan kepada publik.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tidak seharusnya untuk mengkhawatirkan dampak yang terjadi dari penggunaan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kini mulai marak digaungkan. Hirai mengatakan, konsumen akan menentukan apakah robot akan berbahaya ataupun sebaliknya.

Pada Juli 2016, dilaporkan bahwa teknologi baru dapat mengakibatkan manusia untuk melepaskan kontrol atas keputusan-keputusan menggunakan kekuatan mematikan. Lantaran kemajuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, kemungkinan mesin independen bisa berkuasa.

Senjata sepenuhnya otonom, yang juga dikenal dengan robot pembunuh dengan cepat bergerak dari ranah fiksi ilmiah ke arah realitas. Senjata-senjata ini yang bisa beroperasi di darat, udara, atau laut mengancam untuk merevolusi konflik bersenjata dan penegak hukum dengan cara-cara yang mengkhawatirkan.

Para pendukung mengatakan, robot pembunuh ini diperlukan karena pergerakan tempur modern yang begitu cepat, dan karena memiliki robot sebagai pelaku pertempuran, maka bisa mengeluarkan tentara dan polisi dari bahaya. Namun, ancaman bagi kemanusiaan dianggap akan lebih besar daripada manfaat penegak militer atau hukum.

Menghapus manusia dari keputusan membidik akan menciptakan dunia yang berbahaya. Mesin akan membuat keputusan hidup dan mati di luar kendali manusia. Risiko bahaya yang tidak proporsional atau penargetan yang keliru warga sipil akan meningkat.

(ahl)

Baca Juga

Pertama di Dunia,Anak Lahir dengan Tiga DNA Orangtua