Analisis Terumbu Karang, NASA Luncurkan CORAL

Analisis Terumbu Karang, NASA Luncurkan CORAL

(Foto: Techtimes)

CALIFORNIA - NASA Coral Reef Airborne Laboratory (CORAL) telah mendarat di Australia, untuk memulai penelitian studi selama dua bulan dari ekosistem terumbu karang terbesar di dunia untuk Great Barrier Reef.

Tujuan dari CORAL ini adalah menyediakan data penting dan model baru yang dibutuhkan untuk menganalisis status terumbu karang, sekaligus memprediksi kelangsungan masa depan mereka.

CORAL akan memberikan gambaran luas mengenai kondisi sebagian besar terumbu karang di dunia yang dihimpun dari kumpulan data yang seragam.

Data akan mengungkapkan tren antara kondisi terumbu karang, baik alam yang timbul dari aktivitas manusia, sebagaimana dilansir dari Techtimes, Kamis (15/9/2016).

Tujuan misi tersebut akan disampaikan dalam diskusi di North Queednslands Cairns Airport oleh para Ilmuwan NASA dan kolaborator mereka dari Australia. Jadi diharapkan dapat dipelajari sebagai peneliti untuk melihat lebih dekat di Great Barrier Reef.

Menurut Eric Hochberg, selaku Principal CORAL Investigator, ini merupakan misi paling jelas dan paling luas untuk mengetahui sebagian besar kondisi terumbu karang di seluruh dunia.

"Pemahaman baru akan mengetahui kondisi terumbu karang, yang sekaligus berfungsi memudahkan para ilmuwan untuk lebih memprediksi masa depan ekosistem global ini," katanya.

Penugasan misi CORAL berlangsung tiga tahun yang menggunakan survei udara dan kegiatan validasi di air untuk mengumpulkan data. Dengan begitu misi akan menghasilkan satu set seragam data dari sampel karang besar di Samudra Pasifik.

Peneliti akan dapat memanfaatkan data tersebut dalam mengidentifikasi tren dalam kondisi terumbu karang dan faktor lingkungan dan biologis yang memengaruhi mereka.

Tiga parameter kondisi terumbu tersebut akan dianalisis secara kuantitatif terhadap sepuluh parameter biogeofisik menggunakan model-model baru untuk memahami dan memprediksi kondisi terumbu karang hari ini dan di masa depan.

CORAL akan fokus pada kawasan terumbu karang dalam Pacific Ocean: Hawaii, Kepulauan Mariana, Palau, dan Great Barrier Reef. Akuisisi data saat ini direncanakan untuk 2016-2017, dengan analisis ilmu di tahun-tahun berikutnya.

(kem)

Baca Juga

Astronom Temukan Penampakan Komet Baru

Astronom Temukan Penampakan Komet Baru