Batu Ganjalan Implementasi Network Sharing

Batu Ganjalan Implementasi Network Sharing

BTS Network Sharing.

JAKARTA - Penerapan network sharing yang belakang digaungkan dalam dunia telekomunikasi di Indonesia, memiliki hambatan baik dari kesiapan infrastruktur maupun dari segi perundang-undangan.

Menurut Fahmi Radhi, Ahli Ekonomi Industri dari UGM, mengatakan bahwa untuk dapat melakukan network sharing dibutuhkan tiga kriteria yang harus terpenuhi di antaranya kematangan jaringan yang mampu menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia.

Kedua, gap atau jarak kepemilikan jaringan di antara operator rendah. Ketiga, tidak ada operator yang dominan dalam kepemilikan jaringan di Indonesia. Menurut Fahmi, jika ketiga prasyarat tersebut tidak terpenuhi dikhawatirkan akan menimbulkan inefisiensi jaringan, persaingan usaha tidak sehat dan menghambat pertumbuhan jaringan.

"Tanpa memenuhi tiga prasyarat tersebut, kebijakan network sharing justru akan menimbulkan dampak negatif bagi industri telekomunikasi," pungkas Fahmi.

Sedangkan berdasarkan Ahli Ilmu Perundang-Undangan Sony Maulana Sikumbang mengatakan bahwa dalam Undang-Undang No 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2000 secara implisit melarang penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk menyewa jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi.

Menurutnya, selama Undang-Undang yang telah digunakan selama 17 tahun tersebut masih menjadi acuan maka implementasi network sharing masih belum bisa diwujudkan. Meski begitu, ia pun menyadari bahwa saat ini dengan mengedepankan keperluan dan masa depan telekomunikasi kemungkinan masih bisa saja terjadi.

(kem)
Berita Rekomendasi network sharing

Baca Juga

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut

Operator Telekomunikasi Ramai-Ramai Bantu Korban Banjir di Garut