Mahasiswa UI Ciptakan Tongkat Elektronik untuk Tuna Netra

Mahasiswa UI Ciptakan Tongkat Elektronik untuk Tuna Netra

Mahasiswa UI Ciptakan Tongkat Elektronik untuk Tuna Netra

JAKARTA - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan tongkat elektronik dengan sistem radar dan GPS bagi penyandang Tuna Netra.

"Pembuatan tongkat ini didasarkan atas keterbatasan tongkat konvensional, di mana sudut dan jarak jangkauan hanya terbatas pada satu sudut tertentu saja dengan jangkauan hanya sepanjang tongkatnya. Demikian pula pada sisi jarak dan sudut pendeteksian objek penghalang sangat terbatas. Lebih lanjut, ketika penyandang tuna netra memasuki wilayah baru, maka ia akan kesulitan untuk kembali pulang dan dapat tersesat," kata salah satu pencipta, Suharsono Halim, di Jakarta, Senin (19/6/2016).

Dibandingkan dengan tongkat konvensional, tongkat elektronik ini memiliki keunggulan dapat memetakan objek pada lebih dari satu sudut yaitu sisi depan, sisi kanan, dan kiri pengguna tanpa harus meraba-raba. Alat ini juga mampu mengirimkan titik koordinat posisi pengguna kepada kerabat sehingga penyandang tuna netra tidak perlu khawatir tersesat.

Suharsono bersama temannya Finna Handafiah dan Ria Aprilliyani berharap mampu memberikan solusi atas kendala yang dialami para penyandang tuna netra dan dapat meningkatkan mobilitas pengguna.

Tongkat elektronik karya Harso dan tim merupakan perangkat mekanik yang berfungsi sebagai alat bantu bagi penyandang tuna netra yang cepat dan aman.

Tongkat dengan berat lebih kurang 1,5 kg dan panjang 1 meter ini telah melalui tahap eksperimen serta pengujian kenyamanan dan keamanan dengan sistem yang ergonomis secara langsung kepada penyandang tuna netra.

Tongkat elektrik memiliki cara kerja hampir sama dengan tongkat pada umumnya, namun dilengkapi tambahan konsep radar, fitur Global Positioning System (GPS) serta sebuah rompi.

(kem)
Berita Rekomendasi

Baca Juga

Pertama di Dunia,Anak Lahir dengan Tiga DNA Orangtua